Home News Soal Saham Blok B dan Blok NSO, Syukri Ibrahim: Pemerintah Teulat Jaga

Soal Saham Blok B dan Blok NSO, Syukri Ibrahim: Pemerintah Teulat Jaga

55
0

perusahaan kontraktor minyak dan gas atau migas PT Ratu Prabu Energi Tbk. Foto Dok Ratu Prabu Energi

BANDA ACEH – Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pemerintah Aceh (PDPA), Syukri Ibrahim, menyayangkan sikap Pemerintah Aceh yang telat menyadari penjualan saham Blok B dan Blok North Sumatera Offshore (NSO) oleh ExxonMobil Indonesia kepada PT Pertamina (persero). Syukri mengistilah hal ini dengan ‘teulat jaga’.

“Pemerintah Aceh teulat jaga. Tim gubernur tidak pernah mengevaluasi hal ini. Mereka masih terjebak di regulasi,” kata Syukri Ibrahim kepada portalsatu.com, Kamis, 17 September 2015.

“Apa kerja Distamben? Apa kerja Badan Investasi Aceh? Kok bisa mereka tidak mengetahui hal ini?” ujarnya lagi.

Seharusnya, kata Syukri, sebelum terbentuknya Badan Pengelolaan Migas Aceh, para pihak harus menggelar rapat evaluasi terkait hal ini serta membahas beberapa sumber daya lainnya yang dimiliki Aceh.

“Di situ membahas kekurangan dan potensi yang bisa dikembangkan. Dengan ini, Pemerintah Aceh juga bisa menghidupkan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA). Sama halnya seperti Jakarta (Pemerintah Pusat-red) menghidupkan BUMN,” kata sosok yang dekat dengan Wagub Aceh ini.

Sayangnya, kata dia, SKPA dan tim gubernur selama ini terjebak dengan kegiatan seremonial, seperti kunjungan kerja dan menghabiskan uang operasional.

“Hari ini terbukti tim gubernur bekerja tidak efektif. Hanya terjebak dengan kunjungan kerja. Semua yang terjadi sekarang ngawur. Tidak ada patokan yang jelas. Harusnya dengan ada UU khusus, Pemerintah Aceh bisa mempermudah investor. Bukan malah mempersulit,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, penjualan saham Blok B dan Blok North Sumatera Offshore (NSO) oleh ExxonMobil Indonesia kepada PT Pertamina (persero) ternyata belum diberitahukan kepada Pemerintah Provinsi Aceh.

Padahal menurut Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, Pertamina dan ExxonMobil juga harus berkoordinasi dengan Pemda Aceh mengingat kedua blok tersebut berada di Aceh dan sudah ada dalam UU Aceh dan PP tentang pengelolaan migas di Aceh.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Aceh, Said Ikhsan bilang, pihaknya belum pernah diberitahu baik secara lisan maupun tertulis perihal jual-beli saham Blok B dan Blok NSO. “Mereka harusnya memberitahukan kepada kami. Pemda Aceh kurang senang karena tidak diberitahukan,”ujar Ikhsan pada Kontan, Rabu (16/9). [Baca: Pemda Aceh tidak Tahu Jual Beli Blok B & Blok NSO]

Ikhsan menyebut, Pemprov Aceh berencana mengundang ExxonMobil dan Pertamina untuk meminta penjelasan terkait dengan jual-beli saham di Blok B dan Blok NSO. [] (mal)