Home News Serapan Rendah, Ketua P2K Marahi Kontraktor Pusdatin Pidie

Serapan Rendah, Ketua P2K Marahi Kontraktor Pusdatin Pidie

98
0

SIGLI – Ketua Tim Percepatan Pengendalian Kegiatan (P2K) APBA Setda Aceh, dr Taqwallah memarahi rekanan pekerja proyek pembangunan gedung Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di Sigli Kabupaten Pidie, Selasa 29 September 2015. Pasalnya, bobot bangunan masih dibawah 25 persen. Bahkan Konsultan pengawas pun kena semprot karena dianggap membela kontraktor.

Peristiwa itu terjadi ketika dr Taqwallah mendampingi Wagub Aceh Muzakkir Manaf meninjau proyek bersumber dari APBA 2015 termasuk bangunan Pusdatin dengan total nilai Rp 3,4 miliar  yang berlokasi di samping Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Pidie.

“Kenapa terlambat, apa ada hambatan.padahal saya sudah pernah mengatakan untuk dipacu pekerjaannya,” tanya Taqwallah kepada rekanan.

Konsultan pengawas CV Maulana melalui Direktur cabang Rizal mencoba menjelaskan atas pertanyaan itu, langsung dipotong Taqwallah.

“Anda konsultan kan, tidak hak anda menjawab. Apa anda membela kontraktor,” lanjutnya sembari meminta Rizal untuk diam.

Menurut dia lagi, pekerjaan pembangunan proyek terkesan lamban bahkan sangat lamban, sehingga bobot yang seharusnya akhir bulan Juni harus mencapai 32 persen fisik, kini sudah akhir September masih dibawah 25 persen.

Wagub Muzakkir Manaf nampak sedang melihat dan mengamati bangunan  sedang dikerjakan sesekali melihat data yang dipegang Taqwallah tanpa member komentar apapun. Hanya Ketua Tim P2K yang memberi komentar serta menegur kontraktor dan konsultan.

Dia juga menanyakan direktur rekanan kepada pengawas lapangan, karena tidak nampak di lokasi, menurut pengawas bosnya sedang berada di Medan untuk belanja material besi.

Setelah memberi masukan untuk terus dipacu pekerjaannya sehingga tidak akan jadi masalah dengan tahun anggaran, rombongan Wagub yang didampingi Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas serta Wakil bupati Pidie M Iriawan bergerak meninjau Pembangunan Masjid Agung Al-falah dan meneruskan kembali ke Banda Aceh.

Rizal selaku konsultan pengawasan dalam proyek tersebut mengaku kecewa atas sikap Ketua Tim P2K yang tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan terkait keterlambatan pembangunan fisik. “Saya kecewa, apalagi sampai dituduh membela kontraktor. Padahal, saya mau menjelaskan atas pertanyaan itu. Kan saya selaku pengawas juga berkewajiban melaporkan tentang kondisi di lapangan,” kata Rizal kepada wartawan di lokasi proyek. [] (mal)

Foto: Mualem didampingi Kepala Bappeda dan Wakil Bupati Pidie sedang melihat data pembangunan Pusdatin Pidie.