Racikan Lincah Kak Zulfah yang Menggoda

BILA melintas di Jalan USAID yang menghubungkan Banda Aceh-Meulaboh, jangan lupa singgah di kilometer 85, Desa Lhok Maneh, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya, atau sekitar 5 kilometer dari Lamno.

Di sana ada lincah (rujak) paling diminati warga. Namanya Lincah Kak Zulfah dari Bate Iliek, Bireuen.

Lokasinya di pinggir jalan, tanpa tertera papan nama “rujak”nya. Mencari lokasi tersebut, tandanya ada dua bangunan rumah, satu rumah papan biasa dan disamping agak kedepan sebuah bangunan shelter bantuan. Kak Zulfah membuka “praktek menjual lincah” persis di halaman rumahnya.

Duduk di sana, menikmati rujak seraya mata memandang ke alam lepas, pantai Lhok Maneh, sebuah pantai yang dulunya banyak didatangi pemancing serta pencari ikan lainnya. Pantai tersebut kini mulai jarang didatangi, namun tetap indah sebagai pemandangan “laut” lepas.

“Kami sudah mulai menjual rujak setelah tsunami. Sebelum tinggal di sini, rumah abang di situ (menunjuk ke arah Pantai di sebarang jalan),” kata Kak Zulfah.

Kesegaran rasa Lincah ka Zulfah sangat menggoda, mungkin karena bahan baku untuk lincah masih segar dan tentu sangah khas rujak Aceh. Buah dicincang hingga halus, baru diberi bumbu setelah sebelumnya Geupeh (giling) beberapa bumbu seperti cabe, buah rumbia (boh meria) dan pisang muda.

Diceritakan Zulfah, sebelum tinggal di Lhok Maneh, semasa gadisnya dia juga menjual rujak di Bate Iliek. Namun setelah dipersunting pria Lhok Maneh, diapun ikut suami tinggal di Lhok Maneh.

Suami Zulfah, M Ali bekerja sebagai pedagang kecil di situ, hingga akhirnya Zulfah membuka usaha membuat rujak untuk menopang ekonomi keluarga.

Hasilnya, usaha membuat rujak rupanya diminati. Awalnya hanya dikunjungi oleh pekerja jalan USAID, dan secara perlahan terus maju karena masyarakat yang sering melintas di wilayah itu, termasuk masyarakat sekitar kampung, berdatangan untuk mencicipi rujak Kak Zulfah.

Kepada Portalsatu.com, Zulfah menjelaskan usahanya selalu ramai pada hari-hari libur seperi Sabtu dan Minggu. Kalau hariraya Idulfitri memang tidak cukup tempat, tamu antri membeli rujaknya.

“Tapi kalau hari biasa ramainya seperti biasa, selalu ada tamu silih berganti,” ujar Zulfah dalam bahasa Aceh yang kental.

Zulfah tinggal di Lhok Maneh bersama suami dan satu orang anak yang masih kecil. Untuk melengkapi menu lincah Zulfah, sang suami juga menjual kopi dan makanan kecil lainnya. []

Foto: Kak Zulfah sedang mengolah rujak. @Joe/portalsatu.com

Leave a Reply