Home News Psikolog: Anak Korban Pemerkosaan Berisiko Bunuh Diri

Psikolog: Anak Korban Pemerkosaan Berisiko Bunuh Diri

73
0

BANDA ACEH- Psikolog anak, Dra. Endang Setianingsih, M.Pd mengatakan dampak terhadap anak yang mengalami kasus incest sangat mempengaruhi psikologisnya.

“Misalnya dampak psikologis bagi anak yang diperkosa berbeda satu sama lain tingkat traumanya. Ada yang merasa takut, cemas, panik, shock, atau merasa bersalah pada diri anak dan hal ini  wajar karena luka yang dirasakan anak dapat menetap dan berdampak hingga seumur hidupnya,” kata Endang saat dihubungi portalsatu.com pagi tadi, Selasa, 6 Oktober 2015.

Menurut Endang, apabila anak telah menjadi korban maka ia merasa kehilangan kepercayaan diri dan terkadang tidak dapat mengendalikan diri atas hidupnya sendiri. “Bahkan anak sangat sulit mengungkapkan atau bercerita tentang apa yang terjadi pada dirinya,” kata Endang.

Meskipun kendati demikian, kata dia, keterangan dari anak sangat diperlukan untuk menangkap pelaku, berbagai perasaan yang campur aduk dan situasi rumit tersebut akan membawa dampak bagi kesehatan dan psikologis anak.

“Misalnya saat di backup tidak mudah  anak-anak mengungkapnya. Maka dari itu psikolog perlu mendampingi korban dalam menghadapi kasus seperti ini. Kebanyakan kondisi stres pascatrauma membuat korban  tidak mudah untuk diyakini bahwa ini semua bukanlah kesalahan mereka,” ujarnya.

Perlu diketahui juga bahwa anak sebagai korban juga memiliki rasa malu sehingga kondisi ini bisa mengalami  gangguan pola makan, depresi kecemasan, serta gangguan mental lain. “Namun bisa jadi efek ini beresiko korban melakukan bunuh diri. Hal ini bisa di akibatkan oleh rasa malu dan merasa tidak berharga,” katanya.

Endang melanjutkan, korban yang mengalami depresi merasa seakan-akan  peristiwa tersebut terus-menerus menghantuinya, sehingga korban mudah panik,  cemas, bahkan mengalami gangguan tidur dan sering bermimpi buruk, menangis, dan suka menyendiri.

“Anak-anak yang menjadi korban ini ia tidak ingin bertemu dengan orang atau takut bila sendiri sehingga minta ditemani selalu  dan takut akan kegelapan, juga perilaku agresif yang menonjol sering ditunjukannya sehingga menjadi pemarah,” ujar Endang.   [] (mal)

Foto Psikolog anak, Dra. Endang Setianingsih, M.Pd