Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Dua Anggota TNI di Pedalaman Aceh Utara

LHOKSEUMAWE – Penyidik Kepolisian Resort Lhokseumawe menggelar rekonstruksi kasus penculikan disertai pembunuhan terhadap Sertu Indra Irawan (41) dan Serda Hendrianto (36) di Mapolres Lhokseumawe, Selasa, 6 Oktober 2015. Kedua korban merupakan anggota TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0103 Aceh Utara.

Rekonstruksi tersebut digelar dengan disaksikan oleh tim dari Kejaksaan Negeri Lhoksukon. Polisi turut menghadirkan tersangka Faisal Rani alias Komeng yang bertindak sebagai komandan operasional kelompok tersebut.

Dalam rekonstruksi itu, personil penyidik memeragakan enam adegan mulai dari penculikan hingga proses eksekusi tewasnya dua anggota TNI tersebut. Faisal Rani alias Komeng dalam rekonstruksi menyebutkan ada sekitar 30-an orang saat eksekusi terjadi. Mereka adalah komplotan bersenjata Din Minimi dan juga kelompok Abu Razak cs.

Awal peragaan tersebut, Komeng beserta lima temannya tersesat di hutan. Kemudian mereka bertemu dengan Azhar alias Bahar (DPO) beserta kawan lainnya di kawasan jembatan kecil Desa Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.

Azhar alias Bahar tersebut memberikan hukuman kepada Komeng cs karena telah tersasar. Tak lama kemudian, tiba satu unit Mobil Kijang LGX warna hitam yang ditumpangi korban. Abu Azis (DPO) dan Alue alias Anak Yatim (DPO) menyetop mobil tersebut dengan menodongkan senjata.

Dia kemudian memerintahkan korban turun dari mobil. Para korban juga diperintahkan untuk tiarap. Tersangka lantas memborgol kedua korban sementara Ridwan (tewas) bertugas memindahkan mobil ke semak-semak.

Korban kemudian diintruksikan untuk jalan dengan ditodong senjata oleh Abu Azis dan Alue alias Anak Yatim. Tersangka Abu Azis kemudian mengambil senjata FN milik korban dan menyerahkannya kepada Nurdin alias Din Minimi (DPO). Korban kemudian diperintahkan untuk berjalan dengan tangan terikat dan terborgol.

Pada adegan terakhir, tim penyidik memeragakan eksekusi penembakan korban. Menurut rekonstruksi tersebut, penembakan terhadap korban diawali oleh Nurdin alias Din Minimi (DPO) kemudian diikuti Azhar alias Bahar, Alue alias Anak Yatim, Jalfanir alias Teungku Plang, dan Yusrizal alias Krape.

Setelah korban tersungkur, tersangka Faisal Rani alias Komeng kembali menembak untuk memastikan korban tewas. Terakhir, Alue alias Anak Yatim membuka borgol dan tali.[](bna)

Leave a Reply