PN Takengon Gelar Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Kepala Pegadaian

TAKENGON – Pengadilan Negeri Takengon kembali menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan Kepala Pegadaian Cabang Takengon dengan agenda mendengar keterangan saksi, Rabu, 7 Oktober 2015 sekitar pukul 10.15 WIB.

Jaksa Penuntut Umum menghadirkan empat saksi dalam sidang itu termasuk Said Thaha yang juga suami Siti Jamilah, korban pembunuhan. Saksi lainnya adalah pasangan suami isteri Sofyan Arif-Sudarsih (tetangga korban) dan Dodi Kurniawan selaku petugas keamanan Kantor Pegadaian Cabang Takengon. Sementara Lili Suparli, SH, MH dan Rudi Hermawan, SH, bertindak sebagai JPU.

Sidang dipimpin oleh Nasri SH, MH sebagai hakim ketua dan Rahmawan SH, serta Edo Junian sebagai hakim anggota.

Said Thaha dalam keterangannya mengaku komunikasi terakhir dengan korban dilakukan pada 19 Maret 2015 sekitar pukul 17.30 WIB. Dia mengatakan setelah maghrib dirinya sempat kembali menghubungi Siti Jamilah. Namun korban tidak mengangkat telepon masuk.

Said kemudian menghubungi Sofyan Arifin, tetangga korban, untuk mengecek keadaan Siti Jamilah. Namun pintu tertutup saat Sofyan Arifin bersama istrinya, Sudarsih, menyambangi rumah korban. Mereka kemudian pulang.

Sofyan Arifin lantas menghubungi Said Thaha untuk mengatakan korban tidak membuka pintu rumahnya sekitar pukul 21.30 WIB.

Keeseokan harinya, Sofyan Arifin bersama istrinya Sudarsih dan anaknya Desi serta Dodi Kurniawan yang bertugas sebagai Satpam Kantor Pegadaian kembali mendatangi rumah korban. Mereka ingin memastikan kondisi Siti Jamilah yang tidak menjawab salam dan membuka pintu rumah pada malam sebelumnya.

Saat itulah mereka terkejut melihat kondisi Siti Jamilah yang tergeletak bersimbah darah di ruang tamu rumahnya.

“Sesudah itu langsung kami kabari kepala dusun, dan warga langsung berkerumun di tempat kejadian perkara,” kata Sofyan.

Kabar ini kemudian sampai ke Said Thaha, suami korban, sekitar pukul 07.30 WIB.

“Saya langsung ke Takengon dan begitu melihat keadaan isteri saya saat itu yang telah berada di ruang jenazah BLUD Datu Beru, saya langsung lemas dan tak berdaya menahan sedih,” kata Said Thaha, sembari beberapa kali mengusap air matanya.

Hakim kemudian menunda sidang pembunuhan tersebut usai mendengar keterangan empat saksi. Sidang akan dilanjutkan dengan agenda mendengar saksi lanjutan pada 26 Oktober 2015 mendatang.

Ke empat terdakwa kasus pembunuhan Kepala Pegadaian Cabang Takengon turut dihadirkan dalam sidang tersebut. Mereka turut didampingi oleh pengacaranya. Usai sidang, ke empat terdakwa kembali dititipkan ke Rumah Tahanan kelas II-B Takengon.

Ditemui secara terpisah, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Takengon, Eprin, SH, mengatakan, ke empat terdakwa bakal dijerat dengan pasal 340 KUHP, 339 KUHP, 365 KUHP (dakwaan kombinasi) tentang pembunuhan berencana. Jika terbukti bersalah, terdakwa bisa terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau 20 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Pegadaian Cabang Takengon, Siti Jamilah, 40 tahun, ditemukan tewas mengenaskan di rumah kontrakannya, di Desa Blang Kolak Satu, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, pada Jumat, 20 Maret 2015 lalu. Korban ditemukan warga dengan kondisi berlumuran darah dan mulut tersumpal kain serta terdapat luka sobek di bagian leher.

Dalam kasus itu, polisi telah menetapkan empat tersangka. Tiga tersangka di antaranya berasal dari Desa Blang Kolak Satu, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Mereka adalah Rizki (22 tahun), Rudi (39 tahun), dan Roni Chandra (35 tahun).

Sementara tersangka ke empat adalah Rahmat, 31 tahun, warga Kampung Cinta Damai, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah.

Polisi juga telah menetapkan tersangka utama dalam kasus terserbut, yakni Roni Chandra, 35 tahun, yang diringkus di Sumatera Utara beberapa waktu lalu.[](bna)

Leave a Reply