Home News Penasehat Hukum PT Rapala: Bila Terus Melihat Sejarah Maka Tidak Ada Ujungnya

Penasehat Hukum PT Rapala: Bila Terus Melihat Sejarah Maka Tidak Ada Ujungnya

58
0

BANDA ACEH – Penasehat hukum PT. Rapala, Refman Basri, mengatakan pihak perusahaan sepakat persoalan sengketa lahan seluas 144 ha di Aceh Tamiang dibawa ke ranah hukum. Menurutnya kalau mediasi dan musyawarah tidak akan pernah tercapai.

“Bagi rekan-rekan yang keberatan dipersilahkan menggugat ke pengadilan,” katanya dalam mediasi di Ruang Serba Guna DPR Aceh, Selasa, 25 Agustus 2015 kemarin.

Refman mengatakan BPN tidak akan mungkin memproses HGU bila masih tersandung persoalan dengan masyarakat. “Kita punya bukti kwitansi bahwa sudah melakukan pembayaran kepada 80 orang masyarakat pada tahun 1999. Bila penyelesaiannya terus melihat sejarah maka tidak ada ujungnya,” ujarnya.

Sementara Kasi SPP Badan Pertanahan Nasional Provinsi Aceh, Akhyar Tarfi, S.ST, MH, mengatakan PT Rapala mengajukan permohonan HGU kepada Kepala BPN-RI pada 24 Januari 2014 lalu. Kemudian Kantor wilayah BPN membentuk tim pemeriksaan lapangan terhadap permohonan perpanjangan HGU yang diajukan.

Setelah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan, maka berkas permohonan PT Rapala mendapat perpanjangan HGU dari BPN RI.

“Bila terdapat gugatan dari pihak ketiga terhadap proses perpanjangan hak, maka keberatan tersebut tidak menghalangi proses perpanjangan HGU. Namun dapat dihentikan apabila terdapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” katanya.[](bna)