Pemuka Agama Kristen Protestan di Aceh Sesalkan Insiden Tolikara

BANDA ACEH – Pemuka agama Kristen Protestan Aceh, Idaman Sambiring, mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Tolikara, Papua. Sebagai umat Kristen di Aceh dia sangat menyayangkan insiden di hari Idul Fitri tersebut.

“Kami tidak tahu apa yang menjadi persoalan. Menurut kami kejadian itu adalah sesuatu yang tidak seharusnya terjadi,” kata Idaman Sambiring dalam dialog dengan Forum Kerukunan Umat Beragama, di Makodam IM, Kamis, 23 Juli 2015.

Dia berharap kejadian di Tolikara menjadi pelajaran untuk semua pihak agar lebih mengutamakan toleransi dan saling menghargai dalam beribadah seperti yang terjadi di Aceh selama ini.

“Saat ini kami menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama di Aceh sangat tinggi. Saya merasakan sangat damai dan indah, tentu ini boleh jadi karena toleransi dari saudara Islam yang cukup tinggi, sehingga di Aceh tidak pernah terjadi konflik antar agama,” ujarnya.

Menurutnya sudah 35 tahun dirinya berada di Aceh belum pernah mendengar adanya konflik umat beragama. Idaman mengakui toleransi yang diperlihatkan oleh warga Islam di Aceh sungguh cukup hebat.

“Saya selalu menekankan kepada warga Kristen, kita hidup seperti kata pepatah, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” katanya.

Dia juga berharap insiden Tolikara dapat diselesaikan secara cermat. Selain itu, dia turut meminta agar umat beragama tidak mudah terprovokasi dengan kasus ini.

“Senantiasa dalam kehidupan bermasyarakat untuk saling mendukung kerukunan umat beragama yang selama ini telah terjadi,” ujarnya.[](bna)

Leave a Reply