Home News Pemko Banda Aceh: 10 Desa Terima Dana Gampong Hari Ini

Pemko Banda Aceh: 10 Desa Terima Dana Gampong Hari Ini

22
0

BANDA ACEH – Sebanyak 10 desa menerima secara simbolis dana gampong di Kota Banda Aceh, Kamis 1 Oktober 2015. Penyerahan berlangsung di halaman kantor balai Kota Banda Aceh.

“Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dirangkai dengan penyerahan dana gampong kepada 10 gampong yang telah menyelesaikan seluruh proses yang dibutuhkan untuk pencairan dana desa. Ibu walikota akan menjadi pembina upacara besok (hari ini-red),” kata Plh Kabag Humas Pemerintah Kota Banda Aceh, Mahdi Andela, kepada portalsatu, Rabu malam, 30 September 2015.

“Besok (hari ini-red) ada 10 gampong yang akan menerima secara simbolis dana gampong. Diserahkan oleh wali kota. 10 gampong ini yang telah menyelesaikan seluruh proses yang dibutuhkan utk pencairan dana gampong,” ujarnya lagi.

Adapun ke 10 gampong itu, katanya, yaitu Lamjabat, Lhong Cut, Punge Blang Cut, Ilie, Alue Deyah Teungoh, Jeulingke, Gampong Pande, Peunayong, Panteriek dan Seutui.

Wali kota, ujarnya, sangat mengapresiasi dan menghargai pencapaian 10 gampong yang telah secara pro-aktif menyelesaikan seluruh proses yang dibutuhkan untuk pencairan dana gampong.

“Diharapkan 80 gampong lainnya akan termotivasi dan dapat segera menyusul sehingga perencanaan dan pembangunan gampong dapat segera terlaksana dengan baik,” katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Banda Aceh dinilai tidak mengindahkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Percepatan Penyaluran, Pengelolaan dan Penggunaan Dana Desa Tahun 2015. Pernyataan ini disampaikan oleh Muksalmina, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh dalam siaran persnya merespon belum tersalurnya dana desa di Kota Banda Aceh, Rabu, 30 September 2015.

Muksalmina menyebutkan dalam SKB ini pencairan Dana Desa 2015 sebenarnya cukup dengan menyampaikan peraturan desa (reusam gampong) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG).

“Semestinya dana desa tahap pertama (40%) saja sudah harus disalurkan pada April 2015,” ujar Muksalmina.

Namun, kata dia, untuk Kota Banda Aceh penyaluran dana desa butuh banyak syarat tambahan lainnya, di samping berubah-ubahnya format dan standar syarat penyaluran dana desa.

Ia mendapat laporan dari geuchik-geuchik di Banda Aceh terkait pengurusan penyaluran dana desa yang terkesan berbelit-belit dan dipersulit. Akibatnya, aparatur gampong mulai jenuh dengan kondisi ini.

“Pemerintah Kota Banda Aceh seharusnya memperkuat koordinasi antar instansi terkait mengenai penyaluran dana desa,” kata mantan Geuchik Alue Papeun, Kecamatan Tanoh Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara ini.