Pembunuh Mantan Istri Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup di Aceh Utara

LHOKSUKON – Muhammad Ali, 27 tahun, terdakwa pembunuh mantan istri dijatuhi hukuman seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Senin, 5 Oktober 2015 pukul 15.00 WIB. Hukuman itu sama persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Zainal Hasan SH, Teuku Almadian SH, Abdul Wahab SH dengan panitera Fauziah. Dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadir M Alfiandi Hakim SH. Sementara terdakwa didampingi penasehat hukum Taufik SH.

Usai mendengar putusan dari majelis hakim, JPU dan penasehat hukum menyatakan pikir-pikir dulu. Untuk itu majelis hakim memberi tenggang waktu sepekan untuk hal tersebut.

Dalam persidangan terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Pasalnya, saat menemui korban, terdakwa sengaja membawa pisau yang diselipkan di kantong sebelah kiri miliknya.

Untuk diketahui, terdakwa Muhammad Ali, 27 tahun, merupakan warga Desa Panigah, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Sementara korban (mantan istrinya), Nuti Sara, 25 tahun adalah warga Desa Tanjong Kemala, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Pembunuhan itu terjadi pada Minggu, 1 Maret 2015 pukul 01.00 WIB. Lokasi pembunuhan berjarak 6 meter dari rumah korban. Sebelum membunuh korban, keduanya sempat cek-cok mulut karena korban menolak diajak rujuk oleh terdakwa.

Terdakwa berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian di kawasan Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Senin, 2 Maret 2015 sekitar pukul 03.00 WIB. Persidangan perdana digelar di Pengadilan Negeri Lhoksukon pada Senin, 8 Juni 2015 lalu.

Terdakwa dituntut hukuman seumur hidup oleh JPU pada persidangan sebelumnya yang digelar Rabu, 26 Agustus 2015.[](bna)

Leave a Reply