Home News Pembacaan Cerpen Warnai Pelatihan USAID Prioritas di Calang

Pembacaan Cerpen Warnai Pelatihan USAID Prioritas di Calang

48
0

CALANG – Kisah Sulam, seorang pria keterbelakangan mental dalam cerpen Wagon Jatilawang dibacakan dengan sangat menyentuh oleh dua orang fasilitator dalam kegiatan Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah di Aceh Jaya pada 2-3 Oktober 2015.

Sulam yang hidup sebatang kara harus memenuhi kebutuhan hidup dengan berjalan kaki setiap hari antara Kecamatan Wangon dan Kecamatan Jatilawang yang berjarak 7 kilometer untuk mendapatkan belas kasih orang.

“Saya sampai meneteskan airmata dan terharu pada saat fasilitator membacakan cepen tersebut, kami serasa dibawa ke dalam situasi yang sebenarnya,” kata Merahwan, Kepala MTsN Panga, Aceh Jaya dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com, Senin, 5 Oktober 2015.

“Selain ceritanya yang bagus, cara fasilitator membacakannya juga sangat menjiwai tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen itu,” lanjutnya.

Sepenggal cerita dari cerpen karya Ahmad Tohari tersebut menjadi bagian dari pelatihan yang diikuti 46 peserta yang berasal dari 8 SMP/MTs mitra USAID PRIORITAS di Kabupaten Aceh Jaya.

Para peserta terdiri dari unsur kepala sekolah, guru, komite dan pengawas tersebut dilatih selama dua hari untuk lebih memiliki wawasan berbagai strategi mengembangkan budaya baca di sekolahnya, antara lain dilakukan oleh guru yang membacakan teks bacaan sementara siswa mendengar dengan seksama.

Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Aceh Jaya mengharapkan sekolah dapat terus bekerja keras untuk mengimplementasikan hasil pelatihan terutama dalam menerapkan budaya baca di sekolah.

“Sekarang sudah tahun ketiga USAID PRIORITAS menjalankan programnya, kita harus terus bekerja keras untuk membuat perubahan di sekolah, terutama dengan adanya program baru di Modul 3 ini tentang pengembangan budaya baca,” ajak Kadis yang diwakili Sekretaris Dinas,  Edwar. “Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga tanggung jawab kepala sekolah dan komite. Peran pengawas juga tinggi, pengawas harus lebih sering ke sekolah untuk melakukan monitoring rutin terutama terhadap manajemen sekolah,”  katanya.

Selama dua hari para peserta memperoleh berbagai materi seperti Kaji Ulang Kemajuan Sekolah, Pengelolaan Program Budaya Baca, Keterampilan Menyimak dalam MBS, Peran Kepsek, Guru, Komite Sekolah dan Pengawas dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran.

“Dalam mengelola program budaya baca, beberapa sekolah sudah menerapkannya lebih dulu seperti sudut baca, wajib baca selama 15 menit sebelum mulai pelajaran, dan kantin baca, apalagi USAID PRIORITAS telah menyumbangkan buku-buku menarik di sekolah-sekolah mitranya untuk mendukung program pemerintah tersebut,” kata Sri Wahyuni Koordinator USAID PRIORITAS Kabupaten Aceh Jaya.[]