Home News Pejabat Aceh Ramai-ramai Nonaktifkan Handphone Jelang Meugang, Ini Alasannya

Pejabat Aceh Ramai-ramai Nonaktifkan Handphone Jelang Meugang, Ini Alasannya

75
0

BANDA ACEH – Sejumlah kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan anggota DPR Aceh beramai-ramai menonaktifkan handphone jelang bulan suci Ramadhan atau tradisi meugang di Aceh. Para pejabat ini juga sulit ditemui untuk konfirmasi pemberitaan. Kenapa?

“Saya menghubungi kepala dinas untuk keperluan audiensi. Tapi sudah beberapa kali handphonenya nonaktif,” ujar Azhari, pekerja LSM kepada portalsatu.com, Senin 15 Juni 2015.

Bukan halnya satu kepala SKPA, kata Azhari, hal ini ternyata juga terjadi saat dirinya menghubungi anggota DPR Aceh untuk mengundang mereka hadir pada acara tertentu.

“Dewan juga begitu. Nomor handphone mereka tak aktif. Padahal, sebelumnya tak pernah. Kenapa ini?” ujar mantan aktivis ini.

Sementara itu, salah seorang kepala SKPA yang minta namanya tak disebutkan, mengaku kondisi ini terjadi karena banyaknya warga yang datang ke kantor untuk keperluan meugang.

“Banyak orang minta uang meugang. Ini yang susah kita bantu. Akhirnya menonaktifkan handphone jadi solusi,” kata kepala SKPA ini.

Menurutnya, meugang memiliki nilai sakral bagi masyarakat di Provinsi Aceh. Dimana, seorang pria yang tidak membawa pulang daging meugang ke rumah akan dianggap aib besar.

Sayangnya, katanya, dengan kondisi Aceh saat ini. Banyak pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Hal ini akhirnya mereka ramai-ramai berutang pada kenalan yang memiliki jabatan seperti kepala SKPA.

“Kalau saya, satu dua orang bisa saya bantu. Tapi kalau udah ramai, tentu jadi persoalan. Darimana saya harus mencari uang? Makanya saat minta maaf jika dalam dua hari ini nonaktif handphone. Memang tak semua yang menelpon saya meminta uang meugang, tapi mayoritas seperti itu,” ujarnya.

“Saya juga pindah ‘kantor’ sementara. Bukan apa-apa, karena kalau dilihat saya di kantor, pasti makin banyak orang. Sedangkan saya tak bisa membantu,” kata pejabat ini. []