Home Headline Nasib Pewaris Raja Daya Jauh Berbeda dengan Sultan Jogja

Nasib Pewaris Raja Daya Jauh Berbeda dengan Sultan Jogja

56
0
Raja Daya, T Saifullah didampingi Panglima Kerajaan dan para raja bawahan menuju makam leluhurnya saat prosesi tradisi Seumuleng yang dilakukan di komplek makam Raja-raja Kerajaan Daya, Desa Daya, Kecamatan Lamno, Aceh Jaya, Minggu 28 Oktober 2012. Upacara adat itu adalah warisan tradisi Negeri Daya.

DIA adalah pewaris tahta Raja Daya Sultan Alaidin Riayat Syah Meurhom Daya. Namanya Tuanku Raja Saifullah Alalidin Riayat Syah. Hari ini, Tuanku Raja Saifullah baru saja ditabalkan menjadi Raja Daya penjaga marwah bangsa melalui prosesi adat Seumulueng di Makam Po Teumeurhom, Aceh Jaya, Sabtu, 26 September 2015.

Meskipun sebagai pewaris raja, nasib Tuanku Raja Saifullah jauh berbeda dengan sultan-sultan di Jogjakarta atau Solo. Kesehariannya Tuanku Raja Saifullah berprofesi sebagai penarik becak yang sudah dilakoninya sejak lama.

“Saya hanya masyarakat biasa, bukan pegawai negeri. Terkadang mencari rezeki apa yang bisa dilakukan, bahkan menjadi penarik becak. Tidak ada pekerjaan yang tetap dan juga kekurangan modal usaha,” ujar Tuanku Raja Saifullah kepada portalsatu.com.

Sebagai keturunan bangsawan di Aceh, kehidupan Tuanku Raja Saifullah belum mendapat perhatian dari pemerintah. Bahkan dia mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap untuk menghidupi keluarganya.

“Anak-anak tahu (mereka keturunan raja) karena sering mengikuti prosesi adat. Anak atau istri tidak pernah menuntut, bahkan mereka malu disebut sebagai keturunan raja,” katanya.

Tuanku Raja Saifullah memiliki tiga orang anak. Anak tertuanya, Tuanku Raja Riski Rahmadana kini telah duduk di kelas 3 SMP. Sementara anak keduanya, Pocut Anggi Ariska sedang menempuh pendidikan di kelas 5 SD, dan anak bungsunya Teuku Raja Sultan Ar Rafah masih berusia 3,5 tahun.

Dia mengatakan menjadi pewaris Raja Daya merupakan takdir bagi kehidupannya.

“Ini mengikuti amanah dari moyang kita, bertekad menjaga warisan nanggroe dan sebagai penjaga bani Alaidin tertua di Puncak Glee Kandang, Lamno, Kuala Daya, Aceh Jaya Negeri Meurhom Daya,” ujar pria kelahiran 29 Desember 1971 tersebut.[]

Foto: Tuanku Raja Saifullah Alaiddin Riayat Syah (baju kuning) adalah pewaris ke 13 Kerajaan Daya. @Dok acehraya.co.id