Home News Mualem Minta Bantuan Kerajaan Belanda untuk Bangun Aceh?

Mualem Minta Bantuan Kerajaan Belanda untuk Bangun Aceh?

179
0

JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakkir Manaf, bertemu Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ferdinand Lahnstein, di Kantor Kedubes Belanda di Jalan H.R. Rasuna Said Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2015. Dalam pertemuan tersebut, pria yang karib disapa Mualem ini membahas isu-isu pembangunan di Aceh yang perlu mendapat perhatian khusus dari negara-negara Uni Eropa, dalam hal ini Kerajaan Belanda.

Kedatangan Mualem mendapat sambutan positif dari Wakil Duta Besar Belanda, Ferdinand Lahnstein.

Mualem kepada Ferdinand mengatakan Aceh membutuhkan pembangunan jalan lintas tengah. Termasuk meminimalisir resiko lingkungan terhadap rencana pembangunan jalan tersebut. Menurut Mualem jalan ini sangat dibutuhkan sebagai jalur transportasi masyarakat dan mendorong perekonomian antarkabupaten. Namun pembanungan ini sama sekali tidak berniat untuk merusak hutan ekosistem Leuser.

“Untuk itu maka saya datang ke sini untuk meminta bantuan teknis yang bisa diberikan oleh Pemerintah Belanda, untuk memastikan bagaimana untuk meminimalisir dampaknya terhadap ekosistem Leuser,” ujar Wagub Aceh.

Wakil Dubes Belanda mengaku akan menyampaikan perspektif dari Pemerintah Belanda kepada Komisi Uni Eropa, mengingat mayoritas jalan lintas tengah Aceh tersebut sudah terbangun sedemikian rupa. Wakil Dubes Belanda juga menyatakan akan berkoordinasi dengan negara-negara donor lainnya, terutama Amerika Serikat, agar dapat bersinergi untuk menyesuaikan antara kebutuhan pembangunan di Aceh dan dukungan yang dapat diberikan negara-negara donor.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Aceh juga menyinggung tentang perlu adanya dukungan investasi dan teknologi dari Belanda untuk pembangunan infrastruktur pelabuhan laut. Menurutnya hal ini dapat mendorong daerah ini sebagai pusat perdagangan dunia seperti masa kejayaan Aceh dulu.

Mualem turut mengundang Wakil Dubes Belanda berkunjung ke Aceh untuk bisa melihat langsung kondisi pembangunan jalan lintas tengah. Selain itu, Ferdinand juga diajak melihat kondisi infrastruktur pelabuhan-pelabuhan yang ada di Aceh saat ini.

Wakil Dubes Belanda sangat senang menerima undangan tersebut dan akan mengatur kesempatan yang baik untuk mengunjungi Aceh.

Sebelum menutup pertemuan tersebut, Wakil Dubes Belanda kembali menegaskan akan segera menindaklanjuti pertemuan ini dengan para koleganya, baik di internal Komisi Uni Eropa maupun dari negara-negara donor lainnya terutama Amerika Serikat.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Aceh didampingi tim Greenomics Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia, Vanda Mutia Dewi, pertemuan tersebut berlangsung sangat produktif. Hal itu, kata dia, menunjukkan keseriusan Pemerintah Aceh agar pembangunan jalan lintas tengah yang telah terbangun sedemikian rupa dapat meminimalisir dampak bagi keutuhan ekosistem Leuser.

“Keseriusan tersebut tampak dari upaya Wagub Aceh yang mengajak negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk terlibat aktif, terutama dalam hal bantuan teknologinya. Sejalan dengan itu, Wagub Aceh juga sudah menyampaikan hal yang sama kepada Duta Besar Amerika Serikat, Robert O. Blake, dalam sebuah forum pertemuan di Jakarta pada dua minggu lalu,” ujar Vanda Mutia Dewi.[](bna)