Home News Motif Pembunuhan Nurbaiti Murni Hubungan Gelap

Motif Pembunuhan Nurbaiti Murni Hubungan Gelap

82
0

IDI RAYEUK – Polisi sudah mengetahui motif pembunuhan Nurbaiti, warga Dusun Teupin Lada, Desa Lhok Seuntang, Julok, Aceh Timur. Pasalnya tersangka telah mengakui perbuatannya kepada polisi, Kamis malam, 30 Juli 2015.

“Ju sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan dia telah mengakui membunuh korban Nurbaiti,” ujar Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu kepada portalsatu.com, Jumat, 31 Juli 2015 sekitar pukul 09 30 WIB.

Budi Nasuha mengatakan Ju membunuh Nurbaiti lantaran hubungan gelap atau selingkuh.

“Iya, motifnya karena perselingkuhan. Suami korban mau pulang dari Malaysia sehingga korban meminta pertanggungjawaban kepada Ju,” kata Kasat.

Berdasarkan pengakuan kepada polisi, tersangka pernah tidur bersama korban yang menyebabkan Nurbaiti hamil. Namun perbuatan dua sejoli ini berbuntut panjang saat korban memintai pertanggungjawaban Ju.

“Ju kesal sehingga memutuskan melakukan pembunuhan,” ujarnya.

Akibat perbuatannya Ju bakal dijerat dengan pasal pembunuhan berencana KUHP Pasal 338, 340, dan 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan Nurbaiti, warga Dusun Teupin Lada, Desa Lhok Seuntang, Julok, Aceh Timur ditemukan tak bernyawa di jembatan Desa Simpang Lhee, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Selasa, 28 Juli 2015. Mayat Nurbaiti ditemukan oleh Bakhtiar, 42 tahun, petani tambak Desa Simpang Lhee sekitar pukul 04.15 WIB pagi tadi.

Identitas korban diketahui berdasarkan temuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di lokasi kejadian. Dalam KTP tersebut diketahui Nurbaiti merupakan kelahiran 5 Juli 1985 dan telah menikah.

Di lokasi tersebut juga ditemukan satu unit sepeda motor Supra Fit BK 6237 KP yang diduga milik korbang.

“Juga ditemukan satu potong kayu sepanjang 20 centimeter yang diduga sebagai alat bukti untuk melakukan pembunuhan,” ujar Kapolres Aceh Timur melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, kepada portalsatu.com.

Dia mengatakan posisi mayat dengan sepeda motor berjarak lebih kurang enam meter. Sementara posisi korban dengan kayu yang diduga sebagai alat bukti pembunuhan sekitar lebih kurang 3 meter. Selain itu, kata dia, pada badan mayat terdapat bekas pukulan.

“Di bagian mulut dan berdarah serta di bahagian kepala juga mengeluarkan darah,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 04.15 WIB. Saat itu, kata dia, saksi baru pulang dari tambak di Desa Naleung Kecamatan Julok dengan menggunakan sepeda motor.

“Kemudian saksi memanggil warga lain untuk melihat mayat tersebut. Oleh saksi melaporkan kepada aparat Desa Simpang Lhee dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Julok,” katanya.[](bna)