Home News Mendagri: ‘Kitab Sucinya’ Aceh kan MoU Helsinki

Mendagri: ‘Kitab Sucinya’ Aceh kan MoU Helsinki

121
0
Mendagri Tjahjo Kumolo

BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah pusat pada prinsipnya menghargai kekhususan Aceh yang tercantum dalam UUPA dan MoU Helsinki. Bahkan, kata Mendagri, ‘kitab sucinya’ Aceh adalah MoU Helsinki.

“Kitab sucinya Aceh kan, MoU Helsinki,” kata Tjahjo Kumolo kepada portalsatu.com dalam wawancara di Warkop 3 In 1,  Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015, siang.

“Pada prinsipnya pemerintah pusat mengakui aturan baku di Aceh. MoU dan UUPA. Ada hal-hal yang jadi (kewenangan pusat-red) dan hal-hal yang diatur dalam MoU, tidak masalah,” kata Tjahjo Kumolo.

“Itu (Raqan BRA-red) kita hargai dan kita hormati. Itu aja persoalannya, simple. Dengan kekhususannya, dengan MoU Helsinki, beberapa Perda (qanun-red) yang menjadi kewenangan DPRD (DPRA-red) saya kira tidak ada masalah,” ujarnya lagi.

Kecuali, kata Mendagri, soal bendera. Politisi PDI Perjuangan ini menilai bendera harus tetap tunggal atau merah putih.

“Kalau bendera pada prinsipnya harus tunggal. Sebagai bagian dari negara, ya merah putih. Harus tetap merah putih,” kata Tjahjo Kumolo.

Terkait hal ini, kata Mendagri, gubernur sebagai bagian dari pemerintah pusat di Aceh harus menyelesaikan polemik bendera Aceh. Kata dia, gubernur harus mengamankan kebijakan pemerintah pusat di Aceh. [] (mal)