Mantan Ketua Harian KONI Aceh Utara Ditahan

LHOKSUKON – Mantan Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Utara, A. Junaidi, S.H., ditahan di Rumah Tahanan Lhoksukon, sejak Kamis, 8 Oktober 2015.  Ia menjadi narapidana setelah Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan kasasi perkara korupsi dana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Aceh XI/2010 di Bireuen Rp5 miliar bersumber dari APBK Aceh Utara.

Eksekusi terhadap putusan MA itu dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lhoksukon. Berdasarkan putusan MA, Junaidi dihukum pidana penjara empat tahun, denda Rp200 juta, dan uang pengganti Rp495 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, T. Rahmatsyah, S.H., M.H., melalui Kepala Seksie Pidana Khusus, Oktalian Darmawan, S.H., kepada portalsatu.com, Jumat, 9 Oktober 2015, menyebutkan, pihaknya langsung memanggil terpidana Junaidi setelah menerima salinan putusan MA.

“Dia memenuhi panggilan dan menandatangani berita acara. Setelah itu, dia langsung kami eksekusi ke Rutan Lhoksukon (kemarin),” ujar Oktalian.

Oktalian menambahkan, terpidana harus membayar denda Rp200 juta dengan batas waktu sebulan sejak putusan itu inkracht (berkekuatan hukum tetap). Jika tidak dibayar denda, kata dia, terpidana harus menjalani hukuman tambahan enam bulan penjara.

Selain itu, kata Oktalian, terpidana harus membayar uang pengganti Rp495 juta. Jika terpidana tidak membayar uang pengganti dalam waktu sebulan, maka harta bendanya akan disita dan dilelang pihak kejaksaan.

“Hal itu untuk menutupi uang pengganti yang dimaksud. Namun jika harta bendanya tidak mencukupi, maka terpidana harus menjalani hukuman tambahan satu tahun enam bulan (18 bulan) kurungan penjara,” kata Oktalian.

Menurut Oktalian, penyelidikan kasus korupsi dana Porprov Aceh sumber dana APBK Aceh Utara 2010 itu dilakukan pada 2011. Hasil penyidikan, jaksa menjerat empat tersangka, yaitu  A. Junaidi, M. Saleh Mahmud, Abdullah dan Hafnalisa. Setelah disidangkan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, perkara Junaidi berlanjut ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh (tahap banding) hingga MA (kasasi) dan kini telah inkracht.

Informasi diperoleh portalsatu.com, selain pernah menjadi Ketua Harian KONI Aceh Utara yang membuatnya terjerat kasus korupsi itu, Junaidi juga merupakan mantan anggota DPR Kabupaten Aceh Utara.[]

Foto ilustrasi