Mahasiswa Magister Belanda Bicara di Diskusi Mingguan Mapesa

BANDA ACEH – Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) menghadirkan Anton Stolwijk, mahasiswa Magister Jurnalistik dan Sastra Kolonial Universitas Leiden, dalam diskusi yang berlangsung di aula Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh, Sabtu, 9 Mei 2015.

Ketua Mapesa, Muhajir Ibnu Marzuki mengatakan kedatangan Anton Stolwijk ke Aceh untuk mengkaji lebih dalam tentang perang Belanda di Aceh pada abad 19. Ia mengatakan Anton ingin menuliskan dahsyatnya perang antara Aceh dan Belanda pada saat itu.

“Saat mengetahui Anton sedang menulis buku tentang perang Aceh dan Belanda, dalam forum ini kami ingin mengabarkan bagaimana sebenarnya taktik perang Belanda yang bejat dalam menyerang Aceh,” katanya.

Muhajir mengatakan buku yang ditulis oleh Anton juga bisa mengambarkan apa yang terjadi serta tentang apa yang dilakukan oleh Belanda dalam perang tersebut.

“Padahal dulunya Aceh adalah sahabat bagi Belanda dan salah satu bangsa yang mengakui keberadaan Belanda saat berperang melawan Spanyol,” ujarnya.

Sementara itu, Anton Stolwijk mengatakan perang Belanda di Aceh tidak pernah diketahui oleh publik di negara kincir angin tersebut. Hal ini disebabkan keterbatasan informasi dan sumber.

“Memori perang tersebut sudah dilupakan oleh pihak Belanda sendiri, dan saat ini tidak ada kajian dan penelitian tentang perang itu,” katanya.[](bna)

Leave a Reply