Home News Keluar dari Aceh Oktober 2015, Terpiadi: ExxonMobil Ibarat Lebah

Keluar dari Aceh Oktober 2015, Terpiadi: ExxonMobil Ibarat Lebah

601
0

LHOKSEUMAWE – Mobil Oil Indonesia Inc. yang mengoperasikan lapangan Aron di Aceh akan keluar dari Aceh mulai Oktober 2015, walaupun kontrak kerjasama baru berakhir tahun 2018. Pengelolaan sebelum berakhir kontrak diserahkan kepada P.T. Pertamina Hulu Energi yang merupakan anak perusahaan PT. Pertamina.

Kata Terpiadi A. Majid, mantan Ketua KNPI Aceh Utara, mengatakan ExxonMobil merupakan perusahaan minyak dan gas bumi terbesar yang memproduksi energi kelas dunia yang berganti nama pada tahun 2000 dari Mobil Oil menjadi ExxonMobil.

Katanya, pada 1968, Mobil Oil mendapatkan Blok B (lapangan Aron) di Aceh, pada 1971 menemukan cadangan gas alam yang sangat besar di lapangan Aron, pada 1974 mulai membangun pabrik LNG di Blanglancang, Lhokseumawe. Gas yang diproduksi dari lapangan ini dikirim ke fasilitas PT. Arun NGL Co. untuk diproses dari gas menjadi LNG.

Lapangan Aron memproduksi lebih kurang 3,4 billion cubic feet gas per hari (1994) dan lebih kurang 130,000 barrels condensate perhari (1989), export perdana LNG pada tahun 1978.Pabrik LNG Arun yang mulai berproduksi pada 1977,hingga saat ini telah memproduksi lebih dari 4000 cargoes/kapal LNG yang diangkut keluar negeri.

“Pengiriman export telah berakhir pada Oktober 2014 yang lalu. Ibarat lebah yang telah habis menghisap madu dari bunga pohon lapangan Aron di Aceh, kini ExxonMobil meninggalkan Aceh dan mencari bunga di lapangan lain dimanapun,” katanya.

“Aceh ditinggalkan dan diserahkan bukan kepada pemiliknya PT. Pertamina Hulu Energi.Ladang Arun oleh ExxonMobil seharusnya dikembalikan kepada pemiliknya rakyat Aceh bukan kepada PT. Pertamina Hulu Energi,” ujar Terpiadi. [] (mal)