Kata KNSR Aceh Terkait Pemkab Aceh Utara Ambil Alih Shelter Rohingya

LHOKSUKON – Ketua Komite Nasional Solidaritas Rohingya (KNSR) Aceh, Mustafa Tiba menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengambil alih shelter pengungsi Rohingya di Blang Adoe, Kuta Makmur, sudah tepat.

Mustafa Tiba dihubungi portalsatu.com, Kamis, 1 Oktober 2015 mengatakan, ketika seluruh pengungsi Rohingya pindah dari gedung BLK yang tidak jauh dari shelter tersebut, secara otomatis semua yang bertanggung jawab atas Rohingya harus ikut pindah.

Akan tetapi, menurut Mustafa, ketika pengungsi Rohingya pindah ke shelter hanya Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang ikut pindah. Sedangkan pihak lainnya, kata dia, pergi dan meninggalkan ACT sendiri.

“Sekarang begitu ada permaslahan maka ACT yang disalahkan. Dibilanglah ACT tidak kooperatif dan tidak membolehkan untuk organisasi lainnya. Itu sangat kita sayangkan,” ujar Mustafa.

Menurut Musfata, setelah adanya surat keputusan (SK) baru dari Bupati Aceh Utara, kini pihak terkait mempunyai Tupoksi masing-masing dalam menangani pengungsi Rohingya.

“Jadi, ke depan menurut hasil musyarawah bersama, di shelter akan ada posko bersama dengan tugas yang telah ditentukan. Nantinya juga tidak ada lagi perbedaan, tidak ada lagi saling menyalahkan, sehingga penangan Rohingya akan lebih baik lagi,” kata Mustafa.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Aceh Utara mengambil alih pengelolaan shelter (tempat hunian sementara) pengungsi Rohingya di Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Rabu, 30 September 2015. Pasalnya, kata Sekda Aceh Utara Isa Ansari, pengelolaan selama ini dinilai salah kaprah.

“Karena ada permasalahan yang sudah berlarut-larut yang mungkin sudah jadi kendala. Permasalahan itu berlanjut sampai dengan cerita kemarin (pengungsi Rohingya mencoba kabur dari shelter), karena kekurangan keamanan,” ujar Isa Ansari ditemui portalsatu.com di gedung DPRK Aceh Utara, Rabu siang. (Baca: Pemkab Aceh Utara Ambil Alih Shelter Rohingya).

Secara terpisah, Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Aceh Utara Amir Hamzah mengatakan sesuai SK Bupati, tim tersebut adalah “Tim Penanganan Pencari Suaka yang Ditempatkan pada Shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara”.

Menurut Amir Hamzah, tim itu diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara. Sedangkan Wakil Ketua: ACT, Imigrasi, UNHCR, dan IOM. Sekretaris: Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Wakil Sekretaris: Kepala Bagian (Kabag) Organisasi dan Kabag Hukum Setda Aceh Utara. “Dan dibantu para anggota,” tulis Amir melalui layanan pesan singkat (SMS). (Baca: Ini Struktur Tim Baru Penanganan Rohingya di Aceh Utara).[] (idg)

Foto: Shelter pengungsi Rohingya di Aceh Utara

Leave a Reply