Home News Kapolres: Hasil Visum, 4 Wanita Rohingya Tidak Terbukti Diperkosa

Kapolres: Hasil Visum, 4 Wanita Rohingya Tidak Terbukti Diperkosa

108
0

LHOKSEUMAWE – Kepala Kepolisian Resort Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono mengatakan, berdasarkan hasil visum, empat wanita etnis Rohingya tidak terbukti mengalami pemerkosaan atau pelecehan seksual.

“Kesimpulan dari visum tersebut, tidak ada indikasi pemerkosaan ataupun pelecehan seksual. Jadi ini juga sesuai dengan keterangan saksi-saksi, baik petugas maupun warga yang mengetahui sekelompok warga Rohingya yang kabur dari shelter tersebut beberapa hari lalu,” ujar Kapolres Anang kepada portalsatu.com, Jumat, 2 Oktober 2015, setelah menerima hasil visum dari Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Lhokseumawe.

Kapolres Anang menjelaskan, muncul informasi empat wanita Rohingya diperkosa atau mengalami pelecehan seksual, setelah sekitar 10 warga asal Myanmar itu kabur dari shelter di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Minggu malam lalu. Dari 10 warga Rohingya itu, empat wanita, dua laki-laki dan sisanya anak-anak.

Menurut Anang, mereka lari ke kawasan hutan tidak jauh dari shelter. Kata dia, warga yang melihat kejadian itu kemudian mengamankan warga Rohingya dan dikembalikan ke shelter. Setelah diamankan itulah, kata Anang, muncul informasi empat wanita Rohingya diperkosa dan mengalami pelecehan seksual.

“Waktu masyarakat mengamankan, di sana berkembang isu bahwa telah terjadi tindak pidana pelecehan seksual ataupun pemerkosaan. Kemudian mereka melaporkan ke warga Rohingya lainnya, sehingga besoknya terjadi eksodus besar-besaran, sekitar 100-an lebih warga Rohingya tersebut, mau ke luar dari shelter,” ujar Anang.

Anang menyebut sekitar 500 meter pengungsi Rohingya kabur ke arah timur shelter, kemudian polisi bersama pihak Pemkab Aceh Utara membawa kembali mereka ke shelter.[]

Foto: Suasana saat pengungsi Rohingya dikembalikan ke shelter setelah mencoba kabur, belum lama ini. @Dok.portalsatu.com