Home Headline “Kamoe Hana Tuntut Busoe Broek, tapi Jalan Beu Mulus”

“Kamoe Hana Tuntut Busoe Broek, tapi Jalan Beu Mulus”

97
0

LHOKSEUMAWE – Perwakilan masyarakat lingkungan ExxonMobil minta perusahaan raksasa asal Amerika Serikat ini membangun kembali jalan line pipa gas yang sudah lama rusak parah.

Kamoe hana tuntut busoe broek, tapi hanya jalan beu mulus dari Simpang Cibrek sampe Pirak Timu (Kami tidak menuntut diberikan besi tua kilang gas, tapi hanya minta ExxonMobil membangun jalan aspal hotmix dari Simpang Cibrek sampai ke Pirak Timu),” ujar M. Jafar alias Jafar Kuba, perwakilan warga Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu.

Jafar Kuba menyampaikan itu dalam audiensi dengan DPRK dan Pemkab Aceh Utara dan perwakilan ExxonMobil di ruangan serba guna lantai dua gedung dewan, Rabu, 30 September 2015.

Mulanya, Jafar Kuba mengatakan bahwa masyarakat hanya ingin tahu siapa yang bertanggung jawab terhadap kondisi jalan ExxonMobil yang sudah tidak layak. “Padahal Exxon perusahaan besar. Kami ingin jalan itu jadi ‘oleh-oleh’ terakhir Exxon bagi masyarakat, karena Exxon sudah puluhan tahun ekploitasi gas alam di Aceh Utara,” katanya.

“Ada warga yang meninggal (terjatuh dari sepeda motor) saat hindari jalan rusak itu. Tolong buat jalan jangan ditempel-tempel, hanya dua bulan rusak lagi. Tapi buat jalan yang mampu bertahan jangka waktu 20-30 tahun,” ujar Jafar Kuba kepada perwakilan Humas ExxonMobil.

Menanggapi hal itu, Jailani dari Bagian Humas ExxonMobil menjelaskan, selama ini perbaikan jalan rusak dengan cara ditempel aspal karena biayanya jauh lebih murah. Dengan cara seperti itu pula, kata dia, tidak perlu menunggu proses persetujuan dana yang memakan waktu dua sampai tiga bulan.

Menurut Jailani, jika perbaikan jalan yang membutuhkan dana besar harus melewati sejumlah tahapan termasuk persetujuan SKK Migas. “Kita survei ke lapangan, buat estimasi berapa butuh biaya, setelah disetujui SKK Migas, baru  proses pelelangan,” katanya.

Ia menambahkan, ke depan jalan rusak parah itu akan dibangun dengan layak, tidak lagi sekadar ditempel-tempel bagian lubang seperti selama ini. “Saat ini dalam tahap proses administrasi untuk perbaikan (jalan) yang lebih baik,” ujar Jailani.

Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara Saifuddin SH yang memimpin pertemuan itu kemudian menanyakan berapa bulan lagi jalan rusak itu akan diperbaiki. Akan tetapi, Jailani tidak dapat memastikan dengan alasan ada prosesnya.[] (idg)

Foto: Pertemuan DPRK, Pemkab Aceh Utara dan perwakilan masyarakat dengan pihak ExxonMobil soal jalan rusak. @portalsatu.com

Baca juga:

Pertemuan dengan Dewan, Warga Keluhkan Jalan ExxonMobil Rusak Parah