Home News Kadisdik Pidie: Sumber Belajar Perlu Bervariasi

Kadisdik Pidie: Sumber Belajar Perlu Bervariasi

22
0

SIGLI – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Murthalamuddin mengingatkan perlunya sumber belajar yang bervariasi dalam pembelajaran PAKEM dan kontekstuan.

“Siswa membutuhkan variasi sumber belajar, sehingga tidak selalu belajar di dalam kelas. Jika sekolah kita berdekatan dengan sawah, maka ajak siswa belajar IPA di sawah atau di lingkungan sekolah. Jika sekolah di dekat pasar, ajak mereka ke pasar misalnya untuk mengetahui cara membuat mie dan siswa langsung dapat mewawancarai pembuat mie,” ujar Murthalamuddin di hadapan pemangku kepentingan bidang pendidikan, para fasilitator daerah (fasda), kepala sekolah dan guru pada kegiatan USAID Prioritas Stakeholder Coordination Meeting di aula Dinas Pendidikan, Kamis, 3 September 2015.

Lebih lajut, Kadisdik Pidie mengatakan sebagai orang tua maka peserta kegiatan tersebut berkewajiban membentuk karakter anak menjadi yang lebih baik.

“Selain mempunyai fungsi sebagai pendidik, kita juga sebagai orang tua bagi anak-anak kita. Kita harus membentuk karakter dan melatih otak anak-anak kita sehingga mereka mampu mengungkapkan perasaan yang benar. Perilaku dan karakter anak mencontoh orang tuanya, contohnya buruk yang selama ini terjadi, banyak orang tua yang melanggar peraturan dan lampu lalu lintas saat berkendaraan dengan anaknya, ini adalah contoh kecil yang tidak kita sadari yang dapat membentuk karakter buruk pada anak,” kata Murthala.

Murthala juga berharap para fasda sebagai ujung tombak perubahan pembelajaran dan manajemen di sekolah dapat menularkan ilmunya pada sekolah-sekolah lainnya.

“Setiap pagi sebelum ke kantor, saya menyempatkan diri ke sekolah dan banyak yang harus kita benahi di sekolah. Oleh karena itu kami sangat berharap fasda dapat menularkan ilmunya kepada sekolah-sekolah lain,” kata Kadis.

“Apalagi tahun ajaran depan kita akan menentukan quota murid di setiap sekolah, sehingga tidak ada sekolah yang kekurangan dan kelebihan murid,” ujar Murthalamuddin.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh pemangku kepentingan (stakeholder) bidang pendidikan di Kabupaten Pidie ini dipaparkan perubahan dan praktik baik, yang diterapkan sekolah setelah para guru mendapatkan pelatihan. SMPN 1 Simpang Tiga dan MTsN Sakti mewakili 6 sekolah mitra lainnya.

Sebagai kabupaten yang pernah mendapat bantuan USAID DBE pada tahun 2008 hingga 2010, kabupaten ini telah mendiseminasikan modul pelatihan USAID Prioritas di 96 sekolah non mitra (sebanyak 7 MI, 31 SD, 1 SLB, 57 SMP) dengan total anggaran APBK sebesar Rp. 384.000.000 dan USAID Prioritas membantu menyediakan tenaga fasilitator untuk pelatihan tersebut.[](bna)