Jika Tak Ada Solusi, Pemblokiran Jalan di Aceh Utara Akan Diperluas

LHOKSUKON – Pemblokiran Jalan Desa Lang Nibong, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, hingga Selasa 30 Juni 2015 masih berlanjut. Jika tidak ada kepastian pengerjaan jalan desa, masyarakat akan memperluas lokasi blokir hingga Idul Fitri nanti.

“Kemarin (Senin-red), kita ada duduk rapat bersama Muspika di Kantor Polsek Baktiya Barat. Namun tidak ada solusi, mengingat camat juga tidak hadir karena ada rapat di Lhokseumawe. Informasi sementara, anggaran jalan itu berasal dari provinsi. Tapi itu juga belum jelas,” kata Mukim Makmur, Rusli Aji kepada portalsatu.com.

Hadir di lokasi rapat kemarin (Senin-red), Geuchik Desa Matang Cibrek, Matang Teungoh, Lang Nibong, dan Matang Raya Blang Sialet.

Rusli Aji mengatakan masyarakat tidak akan membuka blokir selama jalan tersebut tidak ditangani. Kemungkinan besar lokasi blokir akan diperluas ke titik lainnya dan akan terus berlanjut hingga lebaran nanti.

“Kita kecewa karena sudah dua kali berganti bupati, namun jalan tak kunjung selesai. Permintaan masyarakat sangat sederhana, hanya jalan yang layak dan tidak berdebu lagi. Untuk rapat lanjutan akan digelar besok (Rabu-red). Kita menunggu kabar dari Muspika,” ujar Mukim.

Secara terpisah, Kapolsek Baktiya Barat Iptu Nawawi Rambe mengatakan, pihaknya berusaha mencarikan solusi dengan berembuk bersama Muspika dan pihak lainnya guna membahas permasalahan jalan tersebut.

Ia mengatakan seharusnya rapat kembali digelar hari ini, Selasa, 30 Juni 2015. Namun pihak Dinas Bina Marga Aceh Utara tidak dapat hadir, sehingga rapat diundur besok Rabu, 1 Juli 2015.

“Kabarnya jalan itu dikerjakan provinsi, namun yang jelas Dinas Bina Marga Aceh Utara pasti tahu. Untuk menunggu dinas provinsi akan butuh waktu yang lama lagi, makanya kita berembuk dengan dinas di Aceh Utara saja,” kata Kapolsek.

Sementara itu, Camat Baktiya Barat, Edwar BA, membenarkan bahwa rapat bersama para geuchik dan mukim direncakanan dilakukan Rabu. Dalam rapat itu, akan dihadirkan pihak Dinas Bina Marga Aceh Utara, dewan terpilih dari Baktiya Barat, mukim, dan geuchik.

“Kita harap dapat menemukan solusi, sehingga pemblokiran jalan segera berakhir dan dapat dilintasi mobil kembali,” kata Edwar BA.[](bna)

Leave a Reply