Home News Jamaah Haji Aceh Terlibat Ketegangan di Muzdalifah, Ini Kisah Ketua KNPI

Jamaah Haji Aceh Terlibat Ketegangan di Muzdalifah, Ini Kisah Ketua KNPI

59
0

MEKKAH – Kepada Portalsatu.com Jamaluddin Jamil mengatakan, jamaah haji asal Aceh sempat mengalami ketegangan dengan jamaah haji asal Jawa Tengah di Muzdalifah. Kok bisa? Berikut paparan Ketua KNPI Aceh itu.

Jamaah Aceh, kata Jamal, adalah yang perta masuk ke Muzdalifah. Mereka tiba di Muzdalifah sekitar pukul 20.20 waktu setempat. Saat itu tempatnya masih kosong.

“Saya turun dari bus dan seperti biasa, ikut membantu sekaligus mengarahkan supaya jamaah Aceh berkumpul pada satu titik,” kata Jamal.

Muzdalifah adalah daerah terbuka di antara Mekkah dan Mina di Arab Saudi yang merupakan tempat jamaah haji diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah usai wukuf.

“Tidak ada bangunan kecuali toilet. Supaya ada tempat duduk harus membentangkan tikar yang di bawa masing-masing,” cerita Jamal.

Kegiatan jamaah di Muzdalifah adalah mengumpulkan batu untuk lempar jumrah. Usai istirahat sejenak sampai lewat tengah malam (jam 12.00 waktu setempat), baru jamaah berangkat ke Mina dengan Bus.

“Baru satu jam kami di Muzdalifah jamaah haji sudah sesak,” lapor Jamal.

Menjelang berangkat ketika jamaah Aceh sudah bersiap, tiba tiba ada perintah dari pemimpin jamaah yang berasal dari Jawa Tengah supaya semua bergeser.

“Mereka minta duluan. Tapi kita tidak mau, sebab kita yang tiba duluan,” kata Jamal.

Akhirnya, dorong mendorong pun terjadi. Menurut Jamal, kejadian ini terjadi karena problem berkomunikasi.

“Saya akhirnya turun tangan dan melalui pengeras suara mencoba menenangkan semua jamaah. Tapi,  juga tidak berhasil,” kata Jamal.

Upaya berikutnya ditempuh lewat negosiasi. “Saya ajak ketua kloter untuk bicara dengan kloter Jawa Tengah. Setelah terjadi negosiasi yang alot barulah selesai,” kata Jamal.

Namun begitu,  desak-desakan kembali lagi terjadi di pintu keluar. Melihat keadaan sudah tidak bagus, Ketua KNPI Aceh itu berinisiatif lari ke depan, untuk menghadang jamaah lain.

“Bagi yang bukan jamaah Aceh saya haramkan keluar,” kata Jamal yang bertekad menolong jamaah Aceh agar tidak didahului jamaah asal Jawa Tengah.

Setelah proses yang melelahkan dan menegangkan selesai muncul lagi masalah baru. Ada jamaah uzur dan sakit yang masih tertinggal.

“Saya lalu berinisiatif mengangkat sendiri jamaah yang sakit kedalam bus,” kata Jamal. [] (mal)