Jaksa Dibunuh, Dicor dan Dibuang ke Sungai

KUALA LUMPUR – Anthony Kevin Morais, 55, Wakil Jaksa Penuntut Umum Malaysia , kemarin (16/9) ditemukan tewas mengenaskan. Jasad Morais dimasukkan dalam tong minyak kemudian dicor dan dibuang ke sungai di dekat Kuala Lumpur.

”Drum minyak (berisi Morais) ditemukan di sungai dan para penyelam diterjunkan untuk mengeceknya. Forklift digunakan untuk mengerek (tong dari sungai) jadi jenazah bisa segera dikeluarkan dari dalamnya,” ujar Direktur Departemen Penyelidikan Kriminal Mohmad Salleh pada Malaysia Kini. Polisi berada di lokasi pukul 06.00 waktu setempat.

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memotong drum dan mengeluarkan jenazah Morais. Jenazahnya telah dikirim ke rumah sakit di Kuala Lumpur untuk diotopsi.

Morais dilaporkan hilang setelah dia meninggalkan rumahnya pada 4 September lalu. Hasil penelusuran video CCTV pada saat Morais hilang menunjukkan bahwa mobilnya diikuti dan ditabrak oleh mobil lain. Hal itu tampaknya dilakukan dengan sengaja. Sebab setelah tabrakan tersebut, Morais langsung menghilang.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa mereka telah menahan tujuh orang tersangka pelaku pembunuhan Morais. Mereka ditangkap di area Rawang dan Klang Valley. Salah satu dari tersangka inilah yang menunjukkan lokasi pembuangan jenazah.

Salah satu pelaku utama terlibat dalam kasus korupsi yang kini tengah ditangani oleh Morais. Dia adalah pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai dokter di pasukan militer. Si dokter yang tidak disebutkan namanya inilah yang menyewa tersangka lain untuk melakukan pembunuhan.

”Kami percaya bahwa ini ada hubungannya dengan kasus di Pengadilan Shah Alam dimana Morais terlibat untuk menanganinya. Tersangka terlibat dalam kasus korupsi dan Morais adalah jaksa penuntutnya,” ujar Salleh.

Si dokter yang bertugas di lab patologi Rumah Sakit Angkatan Tentera Tuanku Mizan ini didakwa telah melakukan perdagangan ilegal pada Desember 2013 lalu. Tidak dijelaskan apa yang diperdagangkan. Dia juga terlibat dalam kasus suap RM 700 ribu (Rp 2,4 miliar) karena merekomendasikan tiga perusahaan untuk menyuplai obat dan alat medis lainnya ke rumah sakit tempatnya bekerja.

September lalu dokter tersebut bebas dengan uang jaminan RM 100 ribu (Rp 342,9 juta). Polisi juga telah menyita mobil Honda Accord dan Mitsubishi Triton yang digunakan untuk menabrak mobil Morais.[] sumber: JPNN.com