Home News “Jadi Minoritas yang Berkualitas Itu Hebat, seperti Israel”

“Jadi Minoritas yang Berkualitas Itu Hebat, seperti Israel”

63
0

BANDA ACEH – Mantan aktivis SIRA, Muhammad Nazar mengatakan kekurangan orang Aceh adalah tidak ‘didesain’ dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin.

“Kita di Aceh termasuk di Nasional tidak ada desain, bisa sendiri. Waktu sudah jadi baru dipeusijuk, waktu sudah jadi baru ada yang mengklaim tokoh ini, tokoh itu. Ini persoalan jujur,” ujar Muhammad Nazar di acara Silaturrahmi Aktivis Aceh Lintas Generasi di Hobbies Café, Banda Aceh malam tadi, Sabtu, 8 Agustus 2015.

Harusnya kata Nazar, yang perlu dilakukan di Aceh adalah desai sosial. “Kita perlu lakukan social engineering atau desain sosial, agar aktivis banyak menjadi pemimpin ke depan, siapa pun terserah dan dari sekarang harus dilakukan, sehingga ada perbaikan dari masa sekarang maupun dari masa saya,” ujarnya.

Muhammad Nazar berharap agar forum silaturrahmi aktivis Aceh lintas generasi  menjadi modal baru untuk pembangunan Aceh. “(agar) Tidak mudah diobrak-abrik, tidak mudah dipermainkan dan berada dalam desain orang lain, tidak seperti saya tumbuh secara alami hampir secara full. Saya tidak didesain oleh tokoh, walaupun saya bangga,” ujarnya.

Ia mengatakan, desain sosial Aceh harus dibangun, mulai dari tingkat kabupaten atau kota, sampai nasional, jika tidak Aceh kalah dan menjadi orang minoritas dan tidak berkualitas. “Kalau menjadi minoritas yang berkualitas itu hebat, seperti Israel, sedikit tetapi menguasai seluruh Eropa, mulai dari konsep, tindakan sampai propaganda mereka kuasai. Ada kemungkinan Aceh akan melakukan hal itu, karena sedikit dan mudah dibina,” ujarnya lagi.

Selain itu, ia juga mengatakan agar orang Aceh jangan cumburu apabila ada tokoh baru yang muncul, walaupun tokoh itu lebih muda. “Membunuh lawan dengan kekuatannya sendiri, itu yang terjadi di Aceh, untuk dibunuh orang Aceh, tidak digunakan tangan orang lain. Hari ini Aceh tidak dalam operasi militer, tapi dalam operasi jenis yang lain,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, ketika orang mencurigai sebuah forum, biarkan kecurigaan berjalan, tidak apa-apa. Ketika dibilang politik tidak perlu takut juga. “Memang dalam Islam level tinggi adalah kekhalifahan, yang lain sub,” ujarnya.[] (ihn)