Home News Pendangkalan Akidah Jadi Isu Prioritas Kerja Pemerintah Banda Aceh 2015

Pendangkalan Akidah Jadi Isu Prioritas Kerja Pemerintah Banda Aceh 2015

27
0
Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal

BANDA ACEH – Tingginya pendangkalan akidah dan pemurtadan menjadi salah satu dari 12 isu sektoral yang dibahas dalam rapat kerja Pemerintah Kota Banda Aceh 2015. Raker yang dipimpin Ketua Pokja III Bidang Peningkatan Syariat Islam dan SDM, Bachtiar, S.Sos ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Aceh Barat, Sabtu, 29 Maret 2015.

Dalam paparannya, Bachtiar yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Keistimewaan dan SDM ini mengatakan, pembahasan program kerja pihaknya sangat terkait dengan misi pertama dan keempat Pemko Banda Aceh dengan 13 SKPD pelaksana 83 rencana tindak atau aksi.

Selain isu pendangkalan akidah, raker Pemko Banda Aceh juga membicarakan isu minimnya pelayanan kesehatan islami, soal makanan halal, rendahnya prestasi di ajang MTQ, belum optimalnya pilot project gampong syarait dan fungsi masjid sebagai pusat pengembangan Imtaq dan Iptek bagi masyarakat.

Bachtiar mengatakan Pemko Banda Aceh akan menginventarisir dan memonitoring semua Orkemas atau LSM sebagai upaya menindak tingginya isu pendangkalan akidah. Inventarisir ini nantinya akan dilakukan oleh Kesbangpol dan Linmas.

“Sementara Bagian Humas akan mengadvokasi pemberitaan di media. Tahun ini juga, Dinas Syariat Islam akan menerbitkan Tabloid Banda Aceh Madani, kajian pembinaan agama Islam, kaderisasi Lembaga Dakwah Sekolah serta merekomendasikan percepatan lahirnya Qanun tentang Pedangkalan Aqidah dan Pemurtadan kepada Pemerintah Aceh,” kata Bachtiar.

Hal lain yang menjadi rencana aksi Pokja III adalah penyusunan draf Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang pembatasan jam malam bagi anak usia sekolah. Program ini akan dilakukan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Menanggapi pemaparan dari Pokja III, Wali Kota Illiza mengatakan untuk menuju Kota Madani, rencana aksi yang dilakukan tidak cukup hanya dengan pilot project saja. “Harus ada gebrakan besar. Tahun ini menjadi momen penting, 2016 kita akan mendeklarasikan Banda Aceh sebagai Kota Madani,” katanya.

Illiza berharap kepada seluruh SKPD terkait agar tidak hanya menggelar pelatihan-pelatihan saja. “Hal-hal kecil sampai hal-hal besar perlu dibicarakan dengan aparatur desa,” katanya.

Wali kota juga menyatakan akan meluncurkan program “Banda Aceh Menghapal” satu hari satu ayat (metode dari Ustaz Yusuf Mansur). “Disdikpora sudah mulai bekerja dengan memasang alat pengeras suara di sekolah-sekolah dan kantor SKPD. Target tahun ini kita mulai,” kata Illiza.[]