Irwan Djohan: Kerangka Berpikir Masyarakat Harus Diubah

BANDA ACEH – Chairman Kaukus Pembangunan Berkelanjutan Aceh, Teuku Irwan Djohan, mengatakan pembangunan yang berkelanjutan harus dipahami sebagai suatu proses yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang.

Menurutnya, dalam ketentuan umum Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tetang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, disebutkan pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi dalam strategi pembangunan.

“Hal tersebut untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan,” kata Irwan Djohan pada acara launching Kaukus Pembangunan Berkelanjutan Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, 15 Juni 2015.

Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, kata Irwan Djohan, maka paradigma atau kerangka berpikir yang selama ini digunakan, bahwa bumi tempat untuk hidup adalah warisan dari nenek moyang harus diubah atau dibalik, yaitu sebenarnya bumi ini adalah pinjaman dari anak cucu kita.

“Paradigma baru tersebut seyogiaya menyadarkan kita agar tidak berlaku sesuka hati terhadap bumi ini,” ujarnya. []