Ini Penyebab Kekerasan Seksual Cenderung Meningkat di Aceh

BANDA ACEH- Psikolog anak, Dra. Endang Setianingsih, M.Pd, mengatakan penyebab terjadinya  pemerkosaan dan pelecehan seksual karena  nafsu laki-laki yang tidak dapat dikendalikan.

Hal ini disampaikan psikolog anak, Dra. Endang Setianingsih, M.Pd ke portalsatu.com pagi tadi, Selasa, 6 Oktober 2015.

“Selain itu, pelaku memiliki kesempatan yang baik untuk melakukannya karena pelaku sangat mengenal  korban, yang mana pelaku disini adalah  orang yang telah dikenali oleh korban, bisa keluarga, tetangga, saudara, dan orang yang dihormati, “ ujar Endang.

Katanya, tidak menutup kemungkinan perilaku buruk tersebut bisa terjadi karena teman baru dikenal baik melalui sesama teman maupun media sosial seperti Facebook, Twitter atau teman chatting.

“Juga lingkungan dan pergaulan sehari-hari sangat mempengaruhinya sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan tersebut. Ditambah pelaku sering menonton film-film porno sehingga asupan ke dalam otaknya bagaikan suplemen dan hal ini menjadikan pelaku nekat,” katanya.

Selanjutnya, kata Endang, bisa jadi pelaku yang mengkonsumsi barang-barang haram, akan semakin memperburuk perilakunya dan tanpa pandang bulu terjadilah peristiwa yang di luar akal sehatnya.

“Atau apakah pelaku memiliki kelainan seks, karena punya istri kok mau sama anak-anak? Untuk kalimat ini butuh adanya telusuri psikologis pelaku. Pengalaman saya dalam menangani kasus-kasus di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TPA) yang ada dibawah BP3A, tidak semua pelaku bisa dikatakan penderita pedophilia (kelainan seks), tetapi karena pengaruh  pelaku yang menonton film-film porno,” katanya.

Sehingga, ujarnya lagi, hal tersebut dapat merusak jaringan otak dengan salah satunya sering menonton film porno, dan konsumsi barang haram. Karena, kata Endang, menonton film porno bagaikan memberi suplemen dalam otak tanpa disadari.

“Bahkan ada pelaku, anak yang masih duduk di bangku sekolah, saat ditanya kenapa kamu melakukan itu, karena saya sering menonton film BF sehingga terpancing dan tidak bisa menahan lagi. Atau bila kita tanya pada pelaku dewasa kenapa melakukan pada anak-anak, apa tidak kasian? Dengan mudah dan gampang jawabannya, “Anak lebih aman karena cukup dengan ancaman” atau memberi uang atau hadiah, bahkan diiming-imingkan handphone baru atau sejenisnya sudah cukup,” kata Endang.

Namun harus ditelusuri, katanya, mengapa makin tinggi tingkat pencabulan atau pelecehan seksual ini. Kalau pribadi Endang, ia melihat hal ini tidak bisa dikatakan tingkat pencabulan itu tinggi, akan tetapi zaman sekarang  masyarakat sudah berani melaporkan kasus-kasus tersebut sehingga bukan dikatakan aib tetapi perlu mewaspadai agar tidak terjatuh korban berikutnya.

“Hal ini karena masyarakat sering melihat dimedia elektro atau koran sehingga  mereka sudah tau kemana harus melapor dan apa untung ruginya saat melaporkan kasus ini. Dulu orang tabu melaporkan karena malu sekarang sudah berani melaporkan sehingga nampak jelas. Kalau dulu mana ada yang berani lapor walau kasus itu ada, lebih memilih diam,” ujarnya. [] (mal)

Leave a Reply