Haji Uma Perjuangkan Bahasa Aceh Masuk Kurikulum Nasional

LHOKSUKON – Anggota Komite III DPD RI, Sudirman atau kerap disapa Haji Uma, saat ini sedang memperjuangkan bahasa Aceh untuk masuk dalam kurikulum pendidikan nasional.

“Selama ini bahasa Aceh hanya masuk kategori muatan lokal, bukan kurikulum. Hal itu mempengaruhi gairah siswa untuk mempelajarinya karena tidak masuk dalam mata pelajaran ujian nasional,” kata Haji Uma kepada portalsatu.com, di sela-sela pengukuhan Sanggar Ratu Ilah Nur SD Negeri 2 Lhoksukon, Aceh Utara, Senin, 14 September 2015.

Menurutnya, mempelajari bahasa dan budaya daerah itu penting karena mampu menjadi penolong atas degradasi moral yang melanda anak-anak masa kini.

“Tidak masuknya bahasa daerah dalam kurikulum juga berdampak kepada guru saat mengajar. Apalagi jam pelajaran bahasa daerah tidak masuk hitungan jam belajar guru sertifikasi. Alhasil, banyak guru yang mencari jam mengajar tambahan ke sekolah-sekolah lain,” ujarnya.

Haji Uma berharap apa yang diperjuangkannya saat ini dapat membuahkan hasil sehingga guru tidak perlu mencari jam mengajar tambahan ke sekolah lain, tapi cukup mengajar bahasa daerah di sekolah masing-masing.

“Mudah-mudahan apa yang saya targetkan dapat segera membuahkan hasil. Saya harap Disdikpora Aceh Utara dapat terus memantau pemanfaatan dana pendidikan dengan baik agar pendidikan Aceh Utara dapat lebih maju,” kata Haji Uma.[](bna/*sar)