Home News Dua Unit Rumah Dilalap Si Jago Merah di Bener Meriah

Dua Unit Rumah Dilalap Si Jago Merah di Bener Meriah

113
0

REDELONG – Dua unit rumah warga Buntul Petri, Kecamatan Permata, Bener Meriah terbakar pada Kamis, 8 Oktober 2015 sekitar pukul 12:00 WIB. Rumah kopel tersebut salah satunya berkontruksi beton dan lainnya terbuat dari kayu merupakan milik Siti Rahmah dan Rabinah.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Korban kebakaran juga mengaku kehilangan surat berharga seperti ijazah, akte kelahiran dan surat tanah serta perabotan rumah tangga dalam musibah ini.

Kejadian tersebut awalnya diketahui oleh Rabinah, salah satu pemilik rumah. Saat itu dia berada tidak jauh dari rumah. Rabinah terkejut ketika melihat lidah api mulai menjilat atap rumah orang tuanya, Siti Rahmah. Api kemudian dengan cepat menjalar ke bagian rumah Rabinah yang posisinya berdempetan.

Melihat kondisi itu dia langsung teriak minta tolong kepada warga. Dengan perlengkapan seadanya, warga berusaha memadamkan api sebelum pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Api berhasil dipadamkan selang 30 menit kemudian setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dari posko Kecamatan Bandar dikerahkan.

“Pakaian (tersisa) cuma yang ada di badan. Yang lain sudah jadi abu,” kata Siti Rahmah kepada portalsatu.com saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan saat kejadian rumahnya sedang kosong. Siti Rahmah saat itu sedang pergi ke kebun. Sementara suami dan anaknya beraktivitas di luar rumah. Ia juga memastikan tidak ada api yang menyala sebelum rumah ditinggalkan.

“Prediksi saya karena konsleting arus listrik. Kalau dari gas tidak mungkin, saya sudah dua hari tidak masak pakai kompor gas, karena gasnya kosong,” ujar Siti Rahmah.

Camat Permata, Adli Salim, SE, mengaku sedang mendata total kerugian yang dialami korban untuk diusulkan ke Pemkab Bener Meriah guna mendapatkan bantuan.

“Bantuan masa panik sudah kita salurkan. Untuk penginapan kita usahakan tenda dulu. Sementara pembangunannya nanti kita usulkan ke pemkab,” katanya.

Camat Adli Salim juga meminta kepada pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, agar dapat memasukkan budget anggaran untuk mendirikan satu unit posko pemadam kebakaran di kecamatan perbatasan antara Bener Meriah-Aceh Utara itu. Dia berharap permintaan ini dapat segera direspon pada anggaran tahun 2016 mendatang.

Permintaan itu tentu memiliki alasan yang cukup. Saat ini, kata Adli Salim, untuk menanggulangi musibah kebakaran di Kecamatan Permata terpaksa harus meminta bantuan dari posko pemadam kebakaran dari Kecamatan Bandar. Padahal jaraknya mencapai 10 kilometer dengan waktu tempuh 30 menit.

“Itu kalau pemadamnya datang dari Kecamatan Bandar. Tapi kalau dari pusat kabupaten tentu sangat jauh,” katanya.

Ia mengaku banyak bangunan yang tidak dapat diselamatkan setiap musibah kebakaran terjadi di Kecamatan Permata. Hal ini disebabkan bantuan mobil pemadam kebakaran datang terlambat ke lokasi.

“Jumlah penduduk di Kecamatan Permata ini 20.734 jiwa yang tergabung dalam 5.749 KK. Saya rasa dengan jumlah penduduk itu sudah cukup alasan bagi Kecamatan Permata untuk memiliki satu unit posko pemadam kebakaran,” katanya.[](bna)