Home News Dua penjambret Ditangkap di Takengon

Dua penjambret Ditangkap di Takengon

62
0

TAKENGON – Aksi perampasan tas yang berisi uang kembali terjadi di Kota Takengon, Selasa 5 Mai 2015. Korban kali ini adalah seorang ibu rumah tangga.

“Benar, ada perampasan ibu rumah tangga tadi siang,” kata Kapolres Aceh Tengah melalui Kasat Reskrim AKP Raja Gunawan, kepada portalsatu.com, Selasa mai 5 Mai 2015.

Informasi yang dihimpun portalsatu.com, korban baru saja menarik uang di salah satu bank di jalan Al Fitrah, Terminal lama Kota Takengon. Tak lama kemudian, dua pelaku datang dari belakang dan merampas tas berisikan uang itu. Pelaku dengan menggunakan sepeda motor langsung tancap gas ke arah kawasan Dermaga Lut Tawar.

Melihat aksi itu, warga dan polisi yang berpatroli langsung mengejar pelaku. Usaha warga dan polisi akhirnya membuahkan hasil. Tidak lama kemudian dua pelaku berhasil dibekuk. Bersama pelaku, turut diamankan sepeda motor beat hitam nopol BL 6572 GM dan tas korban berisi uang.

“Tadi sore sudah di periksa tersangka dan korban juga kita minta keterangan. Cuma nama pelaku dan korban saya tidak ingat lagi. Besok saja ya,” ujar Kasat Reskrim Raja Gunawan melalui telepon selulernya.

Sebagaimana diketahui, aksi jambret mulai marak terjadi di Takengon. Terhitung sejak satu pekan terakhir, aksi jambret dilaporkan telah empat kali terjadi.

Bermula pada jumat 24 April 2015 lalu, menimpa perampasan menimpa Win Salon bertempat di Simpang 4 Bebesen. Pelakunya dilaporkan berjumlah 2 orang dengan menggunakan senjata tajam berupa parang. Korban sempat berdarah karena memberi perlawanan kala itu.

Sebelumnya, di hari yang sama pencurian juga menimpa ROS, warga Tetuyung, Lut Tawar. Ros berprofesi sebagai penjual kain di Pasar Inpres di Takengon. Tindakan tak terpuji itu dilakukan oleh 3 perempuan. Modus operandi yang dimainkan berpura-pura pembeli.

Aksi yang sama juga menimpa bidan desa di Lorong, Blang Kolak Dua pada 29 April 2015. Namun korban sejauh ini dikabarkan belum membuat laporan kepihak kepolisian.

“Kami selaku warga sangat resah dengan aksi-aksi nekat itu yang terjadi selama ini. Tindakan itupun kita lihat dilakukan pada siang hari,” kata Zulfadli, salah seorang warga Reje Bukit, Kota Takengon. [] (mal)