Home News DPR Aceh Tantang Mapesa Buat Draft Qanun Penyelamatan Cagar Budaya

DPR Aceh Tantang Mapesa Buat Draft Qanun Penyelamatan Cagar Budaya

61
0

BANDA ACEH – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)
Nurzahri, menantang Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) dan
peneliti untuk membuat draft tentang qanun menjaga cagar budaya di
Aceh.

Hal ini disampaikannya dalam Program Kajian Inspiratif Portal Satu (KIPaS) tentang “Menyelamatkan Cagar Budaya Aceh” di kantor redaksi Portal Satu di Banda Aceh, Jumat, 8 Mei 2015.

“Kami siap di Komisi VII (tujuh) untuk menerima draft ini. Kalau saya
bukan basic sejarah, kalau adik tadi mau membuktikan bahwa pernyataan
saya salah tadi harus bertanggungjawab, saya nggak mau patok waktu,
tapi waktu ini juga jadi patokan masyarakat, karena semakin lama draft
ini diberikan berarti ya itulah batas semangat adik-adik,” ujar
Nurzahri.

Sebelumnya Ketua Mapesa, Muhajir, mengatakan bahwa Nurzahri
bukan pilihan tepat untuk menempati posisi anggota Komisi VII yang
membidangi Agama, Pariwisata dan Budaya. (Baca: Mapesa: Perlu Qanun
Cagar Budaya Aceh)

Hal ini disampaikan Muhajir setelah Nurzahri menyebutkan bahwa
perlindungan cagar budaya dan sejarah Aceh tidak begitu penting.
Sehingga anggaran yang diplotkan untuk pembangunan Aceh hanya berkutat
pada infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. (DPR Aceh:
Penyelamatan Cagar Budaya Belum Jadi Prioritas)

“Ini tidak semua kita sadar bahwa memang kita ini bangsa yang besar,
bahwa peninggalan sejarah itu perlu dilestarikan, tidak semua,” kata
Nurzahri lagi.

Nurzahri mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Mapesa dan
komunitas peduli sejarah lainnya yang ada di Aceh. Menurutnya
anggaran-anggaran yang bersifat penyelamatan cagar budaya masih bisa
dirancang lantaran dana Otonomi Khusus (Otsus) juga masih tersedia.

“Kami (DPRA) juga bukan hanya diam. Dengan kami memunculkan komisi
bidang agama dan budaya, sebenarnya sudah ada niat kami untuk fokuskan
ke bidang itu, walaupun tidak maksimal. Namun ketika kami perjuangkan
anggaran, jawabannya seperti yang kami bilang tadi, yang paling butuh
sekarang infrastuktur,” ujarnya.

Bahkan sebagai tindak lanjut, Nurzahri mempersilakan Mapesa dan yang lainnya untuk melakukan audiensi lanjutan terkait hal ini ke DPR Aceh.

Menanggapi tantangan tersebut, Muhajir mengatakan jika pihaknya siap menerima tantangan ini. Bahkan mereka sudah memiliki draft tersebut. Selain itu, Mapesa juga berharap di Aceh terbentuk sebuah badan yang memang mengurus hal-hal terkait dengan kebudayaan dan sejarah.[] (bna)