Home Headline Dirut PDPA Terancam Dipecat, Inikah Sumber Persoalannya?

Dirut PDPA Terancam Dipecat, Inikah Sumber Persoalannya?

59
0

BANDA ACEH – Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), Sayed Fakhry, dilaporkan bakal segera dipecat dalam waktu dekat ini. Hal ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan di kantor Gubernur Aceh, Jumat 24 Juli 2015 lalu.

Informasi yang diperoleh portalsatu.com, rapat ini dihadiri seluruh jajaran direksi PDPA (minus Dirut-red), asisten, Kepala Dinas Pertambangan, serta Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh.

Rapat ini mendesak agar Sayed Fakhry segera menandatangani surat pembagian saham atau Shareholder agreement (SHA) terkait pengelolaan geothermal Seulawah.

Sedangkan Sayed Fakhry dilaporkan menolak menandatangani dengan alasan tidak adanya kejelasan nasib dana hibah  Bank Pembangunan Jerman (Kfw) sebesar 7,72 juta euro yang diperuntukan bagi untuk membiayai kegiatan eksplorasi wilayah kerja pertambangan panas bumi (geothermal) di Seulawah Agam, Aceh.

Menurut informasi, dana hibah ini sudah terpakai oleh tim lelang geothermal dan hanya menyisakan 5 juta euro. Sementara ekplorasi geothermal belum berjalan sama sekali. Atas dasar inilah Sayed Fakhry menolak menghadiri rapat di kantor gubernur Jumat lalu. Tidak datangnya Sayed Fakhry dilaporkan membuat peserta rapat marah.

Peserta rapat juga mengutuskan dua direktur PDPA untuk mencari Sayed Fakhry. Dana tiket dan kebutuhan lainnya sebesar 20 juta ditanggung dari anggaran salah satu biro di pemerintah Aceh.

Menyangkut hal ini, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Said Ikhsan, yang disebut-sebut hadir dalam rapat ini, saat dikonfirmasi berulang kali oleh portalsatu.com, ternyata tidak menjawab panggilan masuk. Hingga berita ini diturunkan, portalsatu.com belum memperoleh konfirmasi atas kebenaran informasi ini. [] (mal)