Dewan Sesalkan Minimnya Promosi Even Nasional

BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh Irwansyah menyesalkan minimnya promosi even nasional Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional ke XVII yang diselenggarakan di Banda Aceh pada 7-12 Oktober 2015.

“Akibat minimnya promosi tersebut, banyak warga yang tidak mengetahui akan pelaksanaan kegiatan yang menelan biaya belasan miliar tersebut,” kata Irwansyah di Banda Aceh, Rabu, 7 Oktober 2015.

Pekan Inovasi (PIN) Perkembangan Desa/Kelurahan Nasional dan TTG Nasional XVII rencananya akan dibuka langsung Presiden Joko Widodo di Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya, Banda Aceh, Kamis (8/10).

Irwansyah mengingatkan Pemerintah Aceh, jika kegiatan bertaraf nasional tersebut tidak dikelola dengan baik, maka menjadi kampanye hitam bagi Aceh. Padahal tujuan kegiatan tersebut sekaligus untuk mempromosikan Aceh kepada daerah-daerah lain.

“Jangankan warga dari luar Banda Aceh, warga di sekitar arena di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, banyak yang tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut,” kata Irwansyah.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, dirinya sudah mendatangi lokasi kegiatan. Even nasional tersebut tidak sesuai harganya belasan miliar karena dikelola secara amatiran.

“Saya sudah kunjungi dan saya melihat even seharga Rp14 miliar itu, tapi dikelola secara amatiran, tidak terlihat adanya kemegahan dari Aceh,” ujar Irwansyah yang juga ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh.

Irwansyah juga menyoroti kesiapan panitia dalam menyiapkan infrastruktur pameran. Padahal kegiatan sudah sangat dekat,namun anjungan peserta maupun tempat lainnya belum selesai dikerjakan.

Selain itu, Irwansyah mengatakan banyak pedagang kaki lima yang bertanya-tanya apakah mereka bisa berjualan di sekitar lokasi acara tingkat nasional tersebut.

“Banyak pedagang yang tanya apakah bisa jualan di situ. Mereka mendapat informasi valid tentang itu. Seharusnya, kegiatan berskala nasional ini juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama pedagang kaki lima,” ujar anggota komisi C DPRK Banda Aceh itu.

Kendati menilai pelaksanaan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan dan Teknologi Tepat Guna banyak masalah, Irwansyah mengapresiasi pemerintah pusat memberikan kepercayaan bagi Aceh untuk menyelenggarakan even nasional.

“Tentu ini dengan lobi pemerintah Aceh, sehingga even penting ini dilaksanakan di Banda Aceh. Ini menguntungkan Aceh khususnya Banda Aceh. Namun kami ingatkan pemerintah ini bukan even main-main makanya harus dikelola secara serius,” pungkas Irwansyah.[] sumber: antaranews.com