Home News Deputi BNPT: Penanganan Radikalisme Sekarang Lebih pada Penegakan Hukum

Deputi BNPT: Penanganan Radikalisme Sekarang Lebih pada Penegakan Hukum

60
0

BANDA ACEH – Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Agus SB mengatakan penanganan radikalisme dan terorisme di masa reformasi berbeda ketika orde lama dan orde baru yang pendekatannya UU suversif.

“Pendekatan sekarang lebih pada penegakan hukum, dan itu melalui UU Nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindakan terorisme,” kata Agus SB ketika menjadi pembicara acara Dialog Pencegahan Radikalisme untuk Media Massa dan Humas Instansi di Aceh yang di gelar Kesbangpol dan Linmas bekerjasama dengan BNPT dan Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh, Neusu, Banda Aceh.

Dijelaskan BNPT menggunakan dua strategi dalam pencegahan radikalisme dan terorisme yakni kontra radikalisasi dan reradilisasi. Radikalisasi untuk menanamkan nilai-nilai Indonesia dan nilai-nilai non kekerasan.

“Memoderasi faham-faham radikal yang sejalan dengan kelompok Islam moderat dan cocok dengan misi kebangsaan yang memperkuat NKRI,” jelasnya.

Selain Agus SB, turut tampil menjadi pembicara adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Tarmilin Usman dan Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia Yarmen Dinamika. [] (mal)