Home News Danrem: Pistol Intel TNI Korban Pembunuhan Hilang

Danrem: Pistol Intel TNI Korban Pembunuhan Hilang

52
0

LHOKSUKON- Danrem-011/Lilawangsa Kol Inf Achmad Daniel Chardin mengatakan sepucuk pistol milik anggota intel TNI yang menjadi korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata api illegal turut hilang.

“Dari dua orang (anggota intel TNI), hanya satu yang bawa pistol. Sekarang masih kita cari, belum kita pastikan apakah hilang diambil pelaku atau (pistol itu) jatuh, masih kita telusuri,” ujar Danrem Daniel kepada para wartawan seusai ia memimpin evakuasi jenazah kedua korban ke Rumah akit Kesrem Lhokseumawe, Selasa, 24 Maret 2015.

Daniel menyebut pihaknya bekerja sama dengan polisi terus melakukan identifikasi terhadap pelaku penculikan dan pembunuhan dua anggota TNI itu. Sementara ini, kata dia, pihaknya lebih mengedepankan tindakan polisioner.

“Kita semaksimal mungkin masih mengedepankan kepolisian, kita hanya mendukung polisi, karena ini masih masuk kategori kriminalitas. Tapi nanti kalau ada perintah lebih lanjut kita selalu siap,” kata Daniel.

Saat ini, kata Daniel, jajaran Korem-011/Lilawangsa masih stand by menunggu petunjuk lebih lanjut sambil terus memback-up kepolisian. “Prajurit kita ada tiga batalyon di wilayah korem ini, semuanya siap kapan saja diturunkan, tapi tentara turun atas perintah,” ujarnya.

“Untuk saat ini kita masih kedepankan kepolisian. Kita bekerja sama dengan kepolisian, kita kedepankan personil intelijennya dulu,” kata Daniel lagi.

Diberitakan sebelumnya, dua anggota intel Kodim Aceh Utara tewas akibat ditembak setelah diculik kelompok bersenjata api di pedalaman Nisam Antara, Aceh Utara, 23 Maret 2015. Kedua korban adalah Sertu Indra dan Serda Hendrianto. (Baca: Dua Intel TNI Tewas Setelah Diculik Kelompok Bersenjata).

Penculikan itu berawal saat kedua korban menggunakan mobil
ke Nisam Antara untuk mencari informasi sambil monitor wilayah. “Keduanya beranjangsana ke rumah seorang Mukim, Tengku Daud, ngobrol-ngobrol tentang permasalahan apa yang perlu menjadi perhatian di desa berkaitan program swasembada,” kata Daniel. (Baca: Ini Kronologis Penculikan Intel TNI hingga Tewas).[] (MAL)