Danrem Lilawangsa Ajak Din Minimi ‘Turun Gunung’. Ini Kutipan Dialognya

IDI RAYEUK – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Achmad Daniel Chardin, bersilaturahmi ke rumah Nurdin Ismail alias Din Minimi, di Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Senin, 1 Juni 2015. Kunjungan tersebut disambut oleh Safiah, ibu kandung Din Minimi, dan istri Din Minimi, Linawati.

Selain silaturahmi, Danrem Lilawangsa juga meminta Safiah untuk menghubungi Din Minimi melalui telepon Ketua Aceh Human Foundation (AHF) Abdul Hadi. Berikut kutipan percakapan Safiah, Din Minimi, dan Danrem Lilawangsa yang sempat direkam oleh portalsatu.com.

Safiah: Assalamualkum, kiban keadaan neuk? (apa kabarnya nak?)
Din Minimi: Alhamdulillah, got mak (Alhamdulillah, baik mak)
Safiah: Neuk, na jamee neuk i rumoh (Nak ada tamu di rumah)
Din: Nyo mak, neu meu doa beu selamat long mak (Iya mak, doakan saya selamat mak)
Safiah: Jeut neuk, sabe long meu doa (baik nak, selalu saya mendoakan)
Safiah: Kiban saket keuh, na puleh ka nyak? (Bagaimana sakit mu, sudah sembuh nak?)
Din: Alhmdulillah, long hana pue mak, droneuh bek yo mak beh. Neu kalon kiban diserang long mak lam aneuk beudee lon meu udep. Droneuh bek yo mak. (Alhamdulillah, saya tidak apa-apa mak, Anda jangan takut mak ya. Lihat bagaimana diserang saya dalam rentetan peluru saya hidup. Anda jangan takut mak).
Safiah: Jeut neuk, sabe long medoa. Jaga wasiet mak, aneuk bek teukabo-kabo geutanyoe beuh. Long peingat kah ka jak bak jalan kebajikan beuh (Iya nak, saya selalu berdoa. Ingat wasiat mamak, anak jangan takabur ya. Saya ingatkan kamu berbuat di jalan kebajikan ya).

Safiah sempat terbata-bata saat berbicara dengan Din Minimi melalui telepon. Kemudian, Abdul Hadi dari AHF mengatakan kepada Din Minimi bahwa Danrem Lilawangsa juga ingin berbicara dengannya.

Danrem: Asssalamualaikum
Din Minimi: Waalaikum salam
Danrem: Bang Din sehat? Saya menyempatkan diri dengan bang Adi dan wartawan datang ke rumah untuk melihat istri dan keluarga Bang Din. Jadi inikan kita hampir puasa, sebelum puasa kita berharap, Bang Din bisa kumpul kembali dengan keluarganya.
Bang Din: Itu lah pak, bagaiman cara kita berkumpul? Lihat Pemerintah Aceh begini pak, kek mana mau bisa kembali ke anak anak dan istri.
Danrem: Ya, kita lakukan dengan cara yang lain. Kita kumpul sudah sama-sama ngobrol dengan Pangdam, Kapolda. Jadi kita ingin memperbaiki Pemerintah Aceh, bukan waktu yang singkat. Mualem (Wakil Gubernur) ngomong minta Bang Din turun. Doto Zaini (Gubernur) juga bilang mari kita perbaiki Aceh sama- sama.
Din Minimi: Inilah, kita kecewa sama Pemerintah Aceh. Belum ada hikmah yang kita ambil untuk para perjuangan dulu, kita lihat hasilnya bagaimana.
Danrem: Tapi yang Bang Din lakukan itu merugikan Bang Din sendiri. Kita mau memperbaiki Aceh, tapi yang rugi Bang Din sendiri. Kalau Bang Din turun, kita sama-sama suarakan. Kita di sini ada Bang Adi AHF, YARA dan wartawan banyak sekarang, ada 20 wartawan siap menyuarakan semua.
Din Minimi: Bagaiman kita perjuangkan pak? Itu bukan untuk saya. Saya sering juga gabung dengan Brimob di Meulaboh, Danki Gempang. Sampai orang itu minta senjata saya kasihkan, saya minta tolong ditanggapi anggota bapak, saya bukan untuk mejadi penjahat di Aceh ini pak.
Danrem: Saya percaya niat Bang Din baik. Makanya saya ke sini tidak takut dan saya tidak dikawal. Saya datang dengan Bang Adi, dan wartawan dan saya larang anggota saya untuk ikut.
Din Minimi: Saya tidak ada niat jahat kepada anggota Bapak. Kemarin itu anggota bapak niat jahat, walaupun kemaren itu saya diberondong  sama anggota bapak.
Danrem: Bang Din sudah ke luar berjuang. Namun dalam berjuang Bang Din ada tugas dan tanggung jawab di sini yang dilewatkan?
Din Minimi: Jadi yang bagaimana saya perjuangkan sekarang pak?
Danrem: Bang Din kan punya anak di sini, punya keluarga dan mamak Bang Din lagi sakit. Nah itu yang perlu Bang Din pikirkan sekarang.
Bang Din: Iya, siap pak insya Allah pak.
Danrem: Ya Bang Din, artinya Bang Din kita lebih priotaskan keluarga, anak-anak dulu. Bang Din turun, kita gabung masalah memperjuangkan Pemerintah Aceh kita tetap lanjut, tetapi dengan cara yang baik. Kita tidak perlu ada korban yang meninggal sia-sia.[](bna)

Laporan: Maulana Amri

Foto: Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Achmad Daniel Chardin bersama keluarga Nurdin Ismail alias Din Minimi. @Ist