Home Ekbis Ahli Ekonomi: Pemerintah Aceh harus Lebih “Lapar” Membangun Kesejahteraan

Ahli Ekonomi: Pemerintah Aceh harus Lebih “Lapar” Membangun Kesejahteraan

50
0

BANDA ACEH – Mantan Senior Staf Suistanable Development Kantor Pusat Bank Dunia, Iskandarsyah Bakri mengatakan Pemerintah Aceh dan segala alat-alat negara di provinsi ini harus lebih “lapar” dalam membangun kesejahteraan, keadilan dan  kejayaan Tanah Rencong.

Iskandarsyah Bakri yang merupakan ahli ekonomi lulusan American University menyampaikan itu ketika diwawancarai melalui layanan BlackBerry Messenger (BBM) terkait 42 tahun usia Bank Aceh, Kamis, 6 Agustus 2015. Ia menilai peran Bank Aceh untuk menghidupkan perekonomian rakyat sangat penting.

Apalagi Pemerintah Aceh sudah menganut centralized banking (menempatkan semua anggaran dan PAD-nya di Bank Aceh saja) dan ditambah dengan pemodalan rutin tiap tahun. CAR dan rating Bank Aceh meningkat.

“Bank Aceh harus menjadi salah satu senjata ekonomi Aceh ke depan. Cuma dengan “Financial Innovation” Aceh bisa maju. Gubernur Aceh sebagai pemegang saham terbesar bisa memengaruhi policy kemana saja kredit diprioritaskan sesuai misi pemerintahannya,” ujar Iskandarsyah Bakri.

Mantan penasehat Presiden Bank Dunia Paul Wolfowith untuk urusan Tsunami dan Perdamaian Aceh ini menambahkan, kalau ada perintah gubernur kepada Bank Aceh dan jika program-program gubernur itu “bankable” juga sesuai dengan peraturan, pasti Bank Aceh akan memberikan kredit.

“Gubernur Aceh bukan saja  sebagai kepala pemerintahan, akan tetapi harus merangkap jabatan sebagai Chief Executive Officer atau CEO Aceh yang bisa memanfaatkan anggaran-anggaran non-APBA untuk menaikkan PDRB. Anggaran non-APBA melalui Bank Aceh dan perusahaan daerah adalah senjata tambahan bagi eksekutif menyejahterakan rakyat,” kata Iskandar Bakri.[]

Foto: Iskandarsyah Bakri.