200 Hektare Padi Gagal Akibat Banjir di Simpang Jernih

IDI RAYEUK- Sekitar 200 hektare tanaman  padi milik warga Simpang Jernih, gagal panen akibat banjir.

“Kegiatan warga sekitar desa Simpang Jernih, Pante Kara, Batu Sumbang dan desa Ranto Panjang Bedari kembali normal seperti biasanya hingga sampai saat ini tidak ada korban jiwa pasca banjir. Namun lebih kurang 200 hektare  tanaman padi gagal panen,” ujar   Camat Simpang Jernih, Drs. Ahmad,  saat dikonfirmasi portalsatu sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut keterangannya, banjir sempat  merendam empat desa dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Banjir akibat  curah hujan yang tinggi dan luapan air sungai Ranto Panjang Bedari.

“Namun sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa dan dapat kita beritahukan kegiatan masyarakat sudah seperti biasanya. Begitu juga untuk aktivitas sekolah tidak ada yang terhenti,” katanya.

Katanya, untuk mengantisipasi datangnya banjir kiriman, pihak kecamatan Simpang Jernih selalu berkoodinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Timur (BPBD).

“Karena kita kitahui daerah  kecamatan Simpang Jernih rentan banjir jika musim hujan tiba, dan kita tetap terus upayakan keselamatan untuk masyarakat setempat,” katanya. [] (mal)

Leave a Reply