Neneng teriak: “Saya terzolimi, Allahu Akbar, Allahu Akbar.”

 

“JELAS-jelas pada fakta persidangan seperti dikatakan Yulianis tidak ada satu rupiah pun mengalir ke saya. Sungguh saya merasa terzolimi, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar." Begitu teriak Neneng Sri Wahyuni, terdakwa kasus korupsi pengadaan PLTS di Kemenakertrans, saat bacakan pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (21/2).
 
Isteri M Nazaruddin itu membantah semua tuduhan jaksa penuntut KPK bahwa dirinya terlibat dalam proyek tersebut dan menerima keuntungan dari situ. Neneng malah balik menuding apa yang dituduhkan kepada dirinya tidak sesuai denga fakta yang ada.
 
“Kepada tim jaksa KPK sebenarnya saya memiliki banyak kegalauan. Kenapa tim jaksa KPK tanpa fakta persidangan dan bukti-bukti tetap menuntut saya bersalah,“ kata Neneng.
 
Karenanya, Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara itu meminta agar majelis hakim melihat tuntutan JPU itu tidak mendasar itu kekhilafaan semata. Dengan terisak dan sambil menitikan air mata, dia lalu meneriakan takbir dalam pembacaan pledoinya.
 
Dia pun kembali menangis kala mengingat nasib ketiga anaknya: Muhammad Sultan Al Hakim, Syarief Hidayatullah dan Malika Sahira. Kata Neneng, dia sangat terpukul ketika akhirnya ditahan KPK usai ditangkap di rumahnya selepas buron selama hampir 7 bulan.
 
Anak-anaknya sering bertanya soal keberadaan dia. Dia khawatir karena perkembangan jiwa anak-anaknya di tengah masyarakat. Dia takut anak-anaknya dicibir lantaran kedua orang tuanya terjerat kasus korupsi.
 
"Apalagi anak bungsu saya, Malika, selalu menanyakan saya setiap malam dan selalu menangis. Saya minta majelis hakim menjatuhkan hukuman yang objektif. Majelis pasti juga punya anak-anak dan bisa merasakan perasaan saya," demikian Neneng.
 
  • Uncategorized

Leave a Reply