Nelayan Tradisional Desak Pemerintah Tindak Pengguna Pukat Langga

Nelayan Tradisional Desak Pemerintah Tindak Pengguna Pukat Langga

LHOKSEUMAWE –  Para nelayan tradisional di kawasan Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe mendesak pemerintah menindak tegas pengguna pukat langga yang selama ini telah meresahkan.

“Pemerintah jangan selalu menanggapi hal ini secara insidensial saja, cobalah menindaklanjuti hal ini lebih serius. Kami orang kecil sangat tergantung apa yang ada di pinggir pantai, sebab kami hanya bisa pakai pukat darat,” kata Husaini, salah seorang nelayan di Ujong Blang, kepada portalsatu.com, Kamis, 18 Juni 2015.

Padahal, kata Husaini, batas melaut sudah disepakati. Bagi yang memakai pukat langga harus berlabuh di atas 12 mil dari bibir pantai. “Tapi mengapa masih ada yang berani melanggarnya, ini pasti ada sesuatu di belakang mereka, sehingga begitu beraninya para pemakai pukat langga tersebut melanggar aturan yang telah berlaku,” ujarnya.

“Apa gara-gara kami orang kecil, tidak punya kekuatan dan uang, makanya apa yang dilaporkan tidak dengan serius diitanggapi pihak aparat pemerintah. Kami rasa instansi terkait tersebut masih tidak adil selama ini,” kata Husaini lagi.

Husaini mengaku pihanya sudah berulang kali mengadu kepada pihak terkait, tapi tidak digubris dengan serius. “Walaupun ada (respon), itu hanya saat terjadi insiden saja. Bukannya kami takut dengan mereka para pengguna pukat langga, namun kami masih berharap tidak mau membuat konflik dengan mereka, itu saja,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, para nelayan tradisional di kawasan Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, mengaku resah dengan maraknya pemakaian pukat langga di bawah 12 mil dari bibir pantai. Pasalnya pemakaian pukat langga ini mengakibatkan nelayan tradisional di daerah ini tidak bisa lagi mendapatkan ikan.

“Menurut aturan yang ada, pemakaian pukat langga hanya dibenarkan di atas 12 mil dari bibir pantai, tetapi mereka selama ini sudah melanggar aturan tersebut. Mereka sudah samapai ke pinggir pantai,” kata M. Husaini, 55 tahun, nelayan tradisional Ujong Blang kepada portalsatu.com, Kamis, 18 Juni 2015. (Baca: Nelayan Tradisional Ujong Blang Keluhkan Pengguna Pukat Langga).[]

Foto ilustrasi.

 

Leave a Reply