Nasir Djamil: Isu HAM Tidak Begitu Seksi di Mata Dewan

Nasir Djamil: Isu HAM Tidak Begitu Seksi di Mata Dewan

BANDA ACEH – Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mengatakan Undang-Undang KKR tidak mengetahui apakah masuk atau tidak di prolegnas tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan isu HAM tidak begitu menarik di kalangan DPR RI.

“Isu HAM tidak begitu seksi di mata anggota DPR, hal ini yang menjadikan Undang-Undang KKR tidak menjadi prioritas di tahun ini. Namun saya akan tetap memperjuangkannya,” kata Nasir Djamil kepada portalsatu.com di Banda Aceh, Minggu, 3 April 2015.

Nasir Djamil mengatakan pada periode 2004-2009 DPR RI sudah membentuk pansus terkait orang hilang. Namun hal tersebut tidak ditanggapi oleh Presiden SBY dan pihak DPR tidak mengawal isu tersebut.

“Rekomendasi dari pansus belum ditanggapi oleh Presiden SBY saat itu, tapi aneh juga kalau DPR saat itu tidak mengawalnya,” ujar Nasir Djamil.

Nasir Djamil mengatakan dulu Mahkamah Konstitusi membatalkan semua pasal di Undang-Undang KKR sehingga pembahasan tersebut terhenti.

“Padahal dari kajian akademik cuma ada beberapa pasal yang harus direvisi, jadi hanya pasal tersebut saja yang harus direvisi bukan malah membatalkan semua pasal,” katanya.

Dia mengatakan untuk ke depannya revisi pasal Undang-Undang KKR tidak akan sama dengan yang sudah diajukan dari sebelumnya.

“Saat ini Anggota DPR punya satu tugas baru untuk melakukan soasialisasi seluruh undang-undang, dan kalau perlu saya akan bawa draft Undang-Undang KKR ke daerah dan minta tanggapan dari para pakar,” katanya.[](bna)

Leave a Reply