Myanmar Tolak Tawaran PBB Bahas Pembantaian Rohingya

NAY PYI TAW – Myanmar menolak tawaran Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk membahas pembantaian terhadap etnis muslim Rohingya.

Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan menawarkan pertemuan tiga pihak antara ASEAN, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan pemerintah Myanmar untuk mencegah meluasnya konflik antara umat Buddha dan kaum minoritas muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine sejak Juni lalu. Konflik itu sedikitnya telah menewaskan 180 orang.

"Myanmar mengatakan hal ini masalah internal mereka. Tapi persoalan itu bisa menjadi isu regional jika tidak ditangani serius," kata Surin di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, seperti dilansir stasiun televisi Aljazeera, Rabu 31 Oktober 2012.

Kekerasan bulan ini menewaskan 88 orang dan menghanguskan ribuan rumah penduduk. Puluhan ribu warga muslim Rohingya telah mengungsi.

Menurut kelompok pembela hak asasi, jumlah korban jiwa jauh lebih tinggi dari versi pemerintah. Sekitar seratus ribu warga harus meninggalkan kampung mereka sejak konflik muncul empat bulan lalu. Etnis Rohingya menuding mereka sengaja diserang dan rumah mereka dibakar untuk diusir oleh pemerintah Myanmar yang didominasi umat Buddha.

"Sejumlah pasukan keamanan ada di lokasi ketika kekerasan itu terjadi. Mereka menembaki kerumunan warga muslim," kata Muhamad Juhar, warga Rohingya.

Di Rumah Sakit Sittwe di Rakhine ada bukti menunjukkan korban kena luka tembak. Namun seorang korban mengatakan lain.

"Ketika kami sedang kembali dari memancing kami diserbu warga muslim. Mereka menyerang kami dengan pedang," kata Aung Than, seorang warga Buddha terluka karena tembakan di kepala.

Menurut PBB, 800 ribu umat muslim Rohingya sudah lama menjadi kaum minoritas paling banyak dianiaya di dunia.[] sumber : merdeka

  • Uncategorized

Leave a Reply