Ayo Berbagi Inspirasi dan Kegiatan Sosial di @tulongaceh

PERKEMBANGAN kualitas kehidupan di Aceh yang belum merata dan kurangnya minat pemuda untuk melakukan kegiatan sosial, melahirkan inisiatif pembentukan Tulong Aceh. Tulong Aceh dibentuk untuk mewujudkan youth collaboration antar pemuda Aceh dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Aceh yang berbasis di media sosial.

Program ini dibentuk oleh mahasiswa Jurusan Pertambangan Fakultas Teknik Unsyiah, Nasrullah Andista, pada akhir April 2015 lalu. Tulong Aceh dikelola bersama oleh The Leader, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pengembangan pemuda yang berbasis di Banda Aceh.

“Selain mewujudkan youth Collaboration, program ini juga bertujuan untuk menjadi wadah bagi para pekerja sosial, membentuk suatu gerakan relawan, pemetaan masalah yang terjadi di Aceh, serta pemetaan solusi apa saja yang telah dilakukan oleh pemuda dan pemudi untuk Aceh. Ruang lingkupnya adalah seluruh daerah, dan penduduk Aceh,” ujar pria yang akrab disapa Dista itu kepada portalsatu.com pekan lalu.

Lewat program ini seluruh individu atau organisasi bisa berpartisipasi dengan cara saling berdiskusi, memberi komentar di setiap foto maupun video, dan menyebarkan berbagai informasi dan edukasi di media sosial dengan tanda pagar khusus #tulongaceh dan #salamsidikjari. Lewat program ini masyarakat juga bisa merekomendasikan tokoh pekerja sosial untuk diangkat perjalanan hidupnya yang bisa dijadikan contoh. Selain itu, tim Tulong Aceh bisa juga diajak untuk berbagai kerjasama dalam kegiatan sosial dan sebagai media partner.

Beberapa bentuk kegiatan yang akan dilakukan dalam program ini adalah challenge mingguan, edukasi bertema, membuka donasi, memperkenalkan tokoh, post and repost foto yang diunggah sesuai dengan tema Tulong Aceh, dan banyak lagi kegiatan menarik yang akan dilakukan Tulong Aceh.

“Sejak kemunculannya, Alhamdulillah media ini diterima dengan baik di kalangan masyarakat. Besar harapan saya dengan adanya media Tulong Aceh ini dapat menjadikan kegiatan sosial menjadi hal yang menarik dan menjadi trend di kalangan pemuda-pemudi Aceh. Dengan banyak membuat kegiatan sosial, tentu akan ada lebih banyak orang yang peduli dan ada lebih banyak lagi daerah yang dapat dibantu tanpa harus menunggu inisiatif pemerintah. Sesuai dengan semboyan Tulong Aceh yaitu, melihat Aceh menjadi lebih baik bukan lagi mimpi kalau kita mau bersinergi,” kata Dista yang juga admin untuk Tulong Aceh.

Saat ini, media Tulong Aceh aktif di Instagram, Fanpage Facebook, dan Twitter. Rencananya Tulong Aceh juga akan membentuk tim dan membuka volunteering untuk dapat ikut serta dalam pengelolaan website, dan media sosial lainnya. Sistem volunteering ini juga berguna untuk dapat menjangkau seluruh wilayah Aceh sehingga akan ada lebih banyak orang dan daerah yang dapat dijangkau.

Program tahunan The Leader yaitu Aceh Luar Biasa akan menjadi puncak dari program Tulong Aceh ini. Yaitu saat di mana seluruh masyarakat Aceh di undang untuk hadir menyaksikan para tokoh dan lembaga inspiratif yang diundang untuk menyampaikan beberapa materi dan kisahnya mengenai program dan bidang yang digelutinya selama ini.

“Hal ini diharapkan dapat memacu semangat dan memotivasi seluruh masyarakat khusunya pemuda-pemudi Aceh untuk terus berkembang dan mampu memperbaiki Aceh menjadi lebih baik lagi,” kata Dista.

Ingin berbagi inspirasi dan kegiatan sosialmu di Tulong Aceh? Berbagi di akun official Tulong Aceh di Facebook www.facebook.com/tulongaceh, fanpage         www.facebook.com/pagetulongaceh, Instagram @tulongaceh, Twitter @tulongaceh.[] (ihn)

Leave a Reply