Mualem: Tak Ada Sanksi Bagi Elit PA Pendukung Jokowi-JK

KETUA Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, Muzakir Manaf, mengatakan tidak akan memberi sanksi kepada petinggi partai yang memilih calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

"Kita demokrasi, silahkan saja. Tidak ada sanksi atau hukuman yang mendukung pasangan nomor dua," kata Muzakir Manaf dalam konferensi pers yang di gelar di Pendopo Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu malam, 7 Juni 2014.

Namun begitu, Mualem begitu dia disapa, menegaskan bahwa seluruh Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh (KPA) se Aceh sudah berkomitmen mendukung dan memenangkan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.

Seperti diketahui, Ketua DPA Partai Aceh dan Ketua KPA, Muzakir Manaf mendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Dukungan itu sudah ditunjukkan sejak Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu dengan berkoalisi bersama Partai Gerindra.

"Sebelumnya kita sudah komitmen dengan (Partai) Gerindra. Pada Pileg kita juga mendukung Gerindra untuk caleg DPR RI, bukan DPRA dan DPRK," ujarnya.

Begitupun, dia tidak mempersoalkan jika anggota Tuha Peuet Partai Aceh mendukung calon presiden lain. Mualem mengatakan tetap menjalankan komitmen yang sudah dibentuknya dengan Partai Gerindra untuk mendukung Prabowo sebagai Presiden Indonesia.

"Ini hanya komitmen antara Partai Aceh dan Partai Gerindra. Kami dengan Gerindra bukan kemarin diambil keputusan," kata Mualem.

Mualem menilai, Indonesia adalah negara yang demokrasi dan bebas memilih siapa saja pada Pemilu Presiden. "Terserah Individu pribadi, terserah mendukung siapa. Tapi kami sudah jelas mendukung Prabowo. Meskipun itu Tuha Peuet, kami fair-fair dan sah-sah saja," ujarnya yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh.

Disisi lain, Partai Aceh juga telah membuat komitmen dengan Prabowo terkait kewenangan Aceh, seperti Perpres dan menuntaskan realisasi butir-butir MoU Helsinki.

Namun demikian, dia juga tidak mengucilkan Jusuf Kalla (JK) yang pernah berjasa terhadap Aceh. Dia mengatakan, seandainya JK bergandeng dengan Prabowo, maka pemilu presiden akan lebih cantik. "Tapi kita tetap komitmen, bagi saya terserah mendukung siapa saja," katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply