Mualem Kecam Pencatutan Namanya untuk Iklan Jokowi-JK

WAKIL Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengecam pemuatan iklan yang mencantumkan namanya yang digunakan untuk iklan ucapan selamat atas penetapan KPU Jokowi dan Jusuf Kalla, masing-masing sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

“Mereka mencatut nama saya. Saya tak pernah mengucapkan selamat dan tidak akan mengucapkannya, dan pencantuman nama saya tanpa menanyakan terlebih dahulu kepada saya,” kata Muzakir Manaf, Ketua Umum Partai Aceh,” kata Muzakir Manaf dalam pernyataan tertulis kepada Serambi di Banda Aceh, Sabtu (26/7).

Iklan ucapan selamat itu berada pada halaman dua Serambi Indonesia, satu halaman penuh pada Sabtu 26 Juli 2014. Adapun pengucapan selamat itu mengatasnamakan Pemerintah Aceh, dan mencantumkan nama Gubernur Zaini Abdullah, Wakil Gubernur Muzakir Manaf, dan Sekda Aceh Dermawan.

Pencantuman nama Muzakir Manaf itulah yang dipersoalkan si pemilik nama. Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) yang akrab disapa Mualem ini menyatakan masih  bagian dari Tim Pemenangan Prabowo-Hatta. “Saya tetap bersama Prabowo-Hatta menggugat hasil dari KPU itu ke Mahkamah Konstitusi,” kata Mualem.

“Sampai kapan pun dan apapun resikonya saya akan tetap bersama Prabowo-Hatta. Ini komitmen politik saya, jangan main-main dengan sikap seseorang.”

Mestinya, kata Mualem, pemasangan iklan itu harus menempuh etika dalam pencantuman nama. “Mereka kan tahu saya adalah Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, lalu mengapa mencantumkan nama saya di situ. Saya menentang pencantuman nama saya, baik secara pribadi maupun secara organisasi,” katanya.

Ia menambahkan, “jangan mencatut sembarangan begitu. Kita semua harus menjaga etika dalam segala hal, termasuk etika politik. Jangan main bajak nama begitu saja. Ini menyangkut kredibiltas dan harga diri seseorang. Sangat tidak beretika jika berniat merusak komitmen orang hanya untuk bergagah-gagah seperti itu. Jika hendak mencari muka dan menjilat, lakukan saja sendiri jangan libatkan orang lain.”

Mualem mengingatkan agar orang-orang yang telah sembarangan mencatut namanya untuk berhenti berperilaku pengecut. “Silahkan melacurkan diri, jangan seret-seret nama saya dalam sikapnya yang tak tahu berbalas budi, dan tak tahu berterimakasih pada budi baik orang,” kata Mualem.

“Silakan lakukan apa yang dia suka, tapi jangan libatkan orang yang memiliki sikap yang berbeda. Silahkan berperilaku pengecut, tapi jangan berlindung dibalik baju keberanian. Jangan main-main dengan sikap orang,” tambahnya.

Muzakir Manaf juga menegaskan dirinya masih pandai berterimakasih pada kebaikan orang, juga masih mengingat setiap kebaikan budi orang lain kepadanya.”Jika tak pandai berbalas budi dan tak tahu berterimakasih, jangan jerumuskan orang lain,” demikian Muzakir Manaf.(rel/nal) | sumber: serambinews.com

  • Uncategorized

Leave a Reply

Mualem Kecam Pencatutan Namanya untuk Iklan Jokowi-JK

WAKIL Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengecam pemuatan iklan yang mencantumkan namanya yang digunakan untuk iklan ucapan selamat atas penetapan KPU Jokowi dan Jusuf Kalla, masing-masing sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

“Mereka mencatut nama saya. Saya tak pernah mengucapkan selamat dan tidak akan mengucapkannya, dan pencantuman nama saya tanpa menanyakan terlebih dahulu kepada saya,” kata Muzakir Manaf, Ketua Umum Partai Aceh,” kata Muzakir Manaf dalam pernyataan tertulis kepada Serambi di Banda Aceh, Sabtu (26/7).

Iklan ucapan selamat itu berada pada halaman dua Serambi Indonesia, satu halaman penuh pada Sabtu 26 Juli 2014. Adapun pengucapan selamat itu mengatasnamakan Pemerintah Aceh, dan mencantumkan nama Gubernur Zaini Abdullah, Wakil Gubernur Muzakir Manaf, dan Sekda Aceh Dermawan.

Pencantuman nama Muzakir Manaf itulah yang dipersoalkan si pemilik nama. Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) yang akrab disapa Mualem ini menyatakan masih  bagian dari Tim Pemenangan Prabowo-Hatta. “Saya tetap bersama Prabowo-Hatta menggugat hasil dari KPU itu ke Mahkamah Konstitusi,” kata Mualem.

“Sampai kapan pun dan apapun resikonya saya akan tetap bersama Prabowo-Hatta. Ini komitmen politik saya, jangan main-main dengan sikap seseorang.”

Mestinya, kata Mualem, pemasangan iklan itu harus menempuh etika dalam pencantuman nama. “Mereka kan tahu saya adalah Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, lalu mengapa mencantumkan nama saya di situ. Saya menentang pencantuman nama saya, baik secara pribadi maupun secara organisasi,” katanya.

Ia menambahkan, “jangan mencatut sembarangan begitu. Kita semua harus menjaga etika dalam segala hal, termasuk etika politik. Jangan main bajak nama begitu saja. Ini menyangkut kredibiltas dan harga diri seseorang. Sangat tidak beretika jika berniat merusak komitmen orang hanya untuk bergagah-gagah seperti itu. Jika hendak mencari muka dan menjilat, lakukan saja sendiri jangan libatkan orang lain.”

Mualem mengingatkan agar orang-orang yang telah sembarangan mencatut namanya untuk berhenti berperilaku pengecut. “Silahkan melacurkan diri, jangan seret-seret nama saya dalam sikapnya yang tak tahu berbalas budi, dan tak tahu berterimakasih pada budi baik orang,” kata Mualem.

“Silakan lakukan apa yang dia suka, tapi jangan libatkan orang yang memiliki sikap yang berbeda. Silahkan berperilaku pengecut, tapi jangan berlindung dibalik baju keberanian. Jangan main-main dengan sikap orang,” tambahnya.

Muzakir Manaf juga menegaskan dirinya masih pandai berterimakasih pada kebaikan orang, juga masih mengingat setiap kebaikan budi orang lain kepadanya.”Jika tak pandai berbalas budi dan tak tahu berterimakasih, jangan jerumuskan orang lain,” demikian Muzakir Manaf. | sumber: serambinews.com

  • Uncategorized

Leave a Reply