Mitigasi Bencana Belum Jadi Prioritas Pemerintah

JAKARTA – Suatu ketika, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Surono, diundang ke sekolah-sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk menjelaskan soal gempa dan bagaimana menyelamatkan diri. Ternyata situasinya tidak semudah yang diperkirakan.

“Saya mau bilang kalau ada gempa anak-anak lari ke kolong meja atau merapat ke dinding, tapi mejanya juga rapuh dan dinding sekolah di sana juga hanya tebuat dari bata yang diplester seadanya, waduh ini bagaimana mau melindungi diri sendiri kalau bangunan sekolahnya saja tidak tahan gempa?” kata Surono, dalam diskusi mengenai ancaman gunung berapi di Pusat Kebudayaan Amerika, Jakarta, Rabu kemarin, 5 September 2012.

Surono mengakui, perhatian soal mitigasi bencana di Indonesia masih sangat minim. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, lembaga yang ia pimpin berada di bawah Kementerian ESDM. Konsentrasinya ESDM adalah minyak dan mineral, begitupula dengan badan geologi.

“Nah soal bencana ini tidak begitu dipikirkan. Standar seperti apa untuk bangunan tahan gempa, ‘kan enggak punya kita. Dinding sekolah yang aman terhadap gempa sepeti apa, enggak punya juga kita, Jadi kembali kepada pemerintah yang membuat regulasi daerah rawan gempa bumi, harus punya bangunan yang paling tidak bisa memberikan kesempatan bagi masyarakat, terutama murid-murid sekolah untuk menyelamatkan diri,” ungkap Surono.

Karena minim perhatian, maka solusi atas mitigasi atau perlindungan bencana juga tidak ada.

“Mari kita cari solusinya. Satu-satunya adalah ada UU No. 24 Tahun 2007 tentang kebencanaan. Apakah pembangunan di daerah rawan bencana itu ditindaklanjuti atau tidak dengan peraturan pemerintah, dengan peraturan dearah? Jangan kita berteriak setelah terjadinya bencana. Jangan mencari kambing hitam setelah atau pada saat terjadinya bencana. Itu tidak bermartabat,” kata Surono.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply