MiSPI gelar workshop penguatan perempuan

PEREMPUAN Aceh harus bisa tampil di saat regulasi sudah sangat berpihak pada kaum hawa. Hal ini disampaikan Syarifah Rahmatillah selaku Ketua Panitia workshop penguatan perempuan potensial menuju Pemilu 2014 yang dilaksanakan MiSPI (Mitra Sejati Perempuan Indonesia) di Hotel Hermes Palace, Selasa 26 Maret 2013.

"Kita harapkan perempuan yang terpilih bukan hanya sekedar untuk memenuhi kuota tapi juga harus dengan kualitasnya," ujar Syarifah Rahmatillah kepada ATJEHPOSTcom di sela-sela acara.

Saat ini, kata dia, Undang-Undang Pemilu dan UU Partai Politik mengesahkan bahwa setiap partai politik wajib mencalonkan 30 persen perempuan sebagai anggota legislatif.

Menurutnya ada desakan kuat dari gerakan perempuan untuk melakukan tindakan afirmatif action bagi para calon legislatif perempuan yang berkualitas di parlemen pusat maupun di daerah.

"Banyak kasus-kasus yang dialami oleh perempuan yang diperlakukan secara tidak adil oleh partai politik dalam hal pencalonan. Refleksi dari kasus-kasus sebelumnya menunjukkan perlunya pemberdayaan atau adanya capasity building bagi caleg-caleg perempuan yang mampu berkompentesi dalam pemilu daerah pilihannya" katanya.

Hadir dalam workshop tersebut perwakilan perempuan dari berbagai elemen sipil di Aceh termasuk dari Partai Nasional Aceh, Golkar, PAN dan Gerindra.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply